Pelatihan UMKM Banyumas Didorong Terhubung dengan Akses Pasar
- 04 Okt 2026 22:02 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas — Pelatihan bagi pelaku UMKM di Banyumas didorong tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Program pendampingan juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan pasar agar kemampuan yang diperoleh pelaku usaha dapat diterapkan dan berdampak pada perkembangan bisnis.
Hal tersebut menjadi salah satu arah program kepengurusan baru Asosiasi Pengusaha Mikro Kecil dan Menengah Banyumas (Aspikmas) periode 2026–2031. Ketua Umum Aspikmas, Kukuh Prasetio, mengatakan pihaknya menyiapkan Kelas Inkubasi Bisnis bagi 5.200 anggota yang telah terdata.
“Bisnis harus ditumbuhkan dengan ilmu, literasi, serta perhitungan yang matang. Melalui semangat 'Semesta Ilmu', kami ingin mendorong performa dan kualitas bisnis UMKM Banyumas secara nyata,” kata Kukuh.
Kukuh menjelaskan, anggota akan dibagi ke dalam kelompok kecil berisi sekitar 5 hingga 10 UMKM di setiap kecamatan. Kelompok tersebut menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, dan saling mendukung dalam mengembangkan bisnis.
Menurutnya, pengurus Aspikmas tingkat kabupaten akan menyiapkan struktur pembelajaran, kurikulum, dan modul. Sementara pengurus di tingkat kecamatan bertugas menjadi fasilitator sekaligus mendampingi kelompok UMKM di wilayah masing-masing.
“Kami ingin teman-teman UMKM menemukan ruang untuk bertumbuh. Melalui diskusi, saling sharing, saling mendukung satu sama lain,” ujarnya.
Kukuh mengatakan, pola tersebut diarahkan untuk mengubah pendampingan UMKM agar lebih berbasis ilmu, literasi bisnis, dan perhitungan dalam menjalankan usaha.
Sementara itu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono meminta pelatihan yang diberikan kepada pelaku UMKM disusun berdasarkan kebutuhan pasar. Menurutnya, pelatihan juga perlu disertai kepastian akses pasar agar materi yang diberikan memiliki keterkaitan dengan kebutuhan industri.
“Pelatihan yang diberikan harus berbasis kebutuhan pasar dan memiliki kepastian akses pasar. Sehingga pelatihan yang dilakukan relevan dengan kebutuhan industri,” kata Sadewo.
Sadewo mengatakan, keberhasilan program Aspikmas tidak cukup dilihat dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan. Ukurannya harus terlihat dari perkembangan usaha anggotanya, mulai dari perluasan pasar, penguatan bisnis hingga bertambahnya lapangan kerja.
“Ukuran keberhasilannya sederhana: semakin banyak UMKM Banyumas yang naik kelas, semakin luas pasarnya, semakin kuat usahanya, dan semakin banyak lapangan kerja yang tercipta,” ujarnya.
Kepengurusan Aspikmas periode 2026–2031 dikukuhkan pada Jumat (2/10/2026) di Hetero Space Purwokerto, bertepatan dengan rangkaian Hetero Fest 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....