Tiga UMKM Binaan PIB Unsoed Dibidik Tembus Pasar Ekspor
- 17 Sep 2026 18:39 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Tiga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Pusat Inkubator Bisnis (PIB) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsoed. Mendapat kesempatan untuk menunjukkan kesiapan mereka menembus pasar internasional.
Kesempatan tersebut hadir melalui program Campuspreneur yang digelar Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia. Pada Kamis (17/9/2026), tim dari Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kemendag melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah tenant binaan PIB LPPM di wilayah Banyumas.
Kunjungan yang berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 15.30 WIB itu menjadi bagian dari proses seleksi lanjutan program Campuspreneur sekaligus kurasi calon peserta Trade Expo Indonesia (TEI), pameran perdagangan berskala internasional yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada Oktober mendatang.
Ketua PIB LPPM, Nur Wijayanti, turut mendampingi langsung tim Kemendag yang diwakili Helga dan Fia. Visitasi dilakukan untuk melihat secara langsung potensi usaha, kualitas produk, kapasitas produksi, hingga kesiapan masing-masing tenant dalam memenuhi kebutuhan pasar ekspor.
Tiga UMKM yang menjadi sasaran kunjungan yakni PT Berkat Petani Indonesia, produsen sekaligus eksportir gula semut organik; PT Astana Wira Karya, inovator mesin pertanian modern dan alat pengolah sampah; serta Zee Collection, pelaku usaha kreatif yang memproduksi fesyen dan kriya berbasis teknologi ecoprint ramah lingkungan.
Ketiga tenant tersebut sebelumnya telah melewati tahap seleksi administrasi program Campuspreneur. Melalui visitasi ini, tim Kemendag melakukan penilaian lebih mendalam terhadap kesiapan usaha sebelum menentukan tenant yang berkesempatan melangkah ke tahap berikutnya.
Nur Wijayanti berharap seluruh tenant yang dikunjungi dapat memenuhi kriteria dan memperoleh kesempatan tampil di panggung perdagangan internasional.
"Semoga dari ketiga tenant yang dikunjungi hari ini, semuanya dapat lolos seleksi dan terpilih untuk mewakili daerah dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) di Jakarta pada bulan Oktober nanti," ujar Nur.
Menurutnya, keterlibatan UMKM binaan dalam ajang seperti TEI tidak hanya menjadi peluang untuk memperkenalkan produk lokal kepada pasar yang lebih luas, tetapi juga membuka akses terhadap jejaring bisnis dan pasar global.
Sinergi antara PIB LPPM dan Kemendag tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong UMKM Banyumas agar tidak berhenti pada pasar domestik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....