Usaha Roti Berkualitas, Kunci Bertahan di tengah Persaingan

  • 14 Jul 2026 09:45 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto – Menjaga kualitas menjadi kunci utama agar usaha kuliner mampu bertahan di tengah persaingan yang semakin ketat. Kualitas produk tidak hanya mengandalkan citra rasa, tetapi juga kosnsitensi dalam memilih bahan baku, memberikan pelayanan, hingga terus berinovasi mengikuti kebutuhan pasar. Hal tersebut yang kemudian diterapkan oleh Owner Adonan Homebakery Cilacap, Dini Lathifa Husna.

Dini menceritakan usahanya berawal pada masa pandemi Covid-19. Setelah kontrak pekerjaannya berakhir, ia memutuskan merintis usaha roti yang terinspirasi dari makanan favorit keluarganya.

"Awalnya hanya coba-coba belajar dari YouTube dan Instagram. Lama-lama ikut kelas baking, kemudian mulai berjualan dengan memanfaatkan peralatan yang sudah ada di rumah," ujarnya dalam program UMKM Bicara RRI Purwokerto.

Menurut Dini, tantangan terbesar saat merintis usaha bukan terletak pada proses produksi, melainkan mendapatkan pelanggan. Ia mengaku sempat hanya menerima satu hingga dua pesanan dalam sepekan sehingga beberapa kali muncul keinginan untuk menyerah.

Meski begitu, ia memilih bertahan dengan membangun kepercayaan melalui promosi mulut ke mulut, media sosial, hingga bergabung dengan komunitas kuliner di Cilacap. Langkah tersebut perlahan memperluas jangkauan usahanya dan membuat produknya semakin dikenal masyarakat.

Dini mengatakan, kualitas roti tidak hanya ditentukan oleh rasa. Visual produk, pemilihan bahan baku, serta konsistensi resep juga menjadi faktor penting yang menentukan kepuasan pelanggan.

"Kami punya standar sendiri untuk setiap bahan baku. Resep juga tidak diubah-ubah supaya pelanggan selalu mendapatkan rasa yang sama setiap kali membeli," jelasnya.

Saat harga bahan baku mengalami kenaikan, Adonan Homebakery memilih menaikkan harga jual secara bertahap dibanding mengurangi kualitas produk. Menurutnya, menjaga kepercayaan pelanggan jauh lebih penting daripada menekan biaya produksi dengan menurunkan mutu bahan.

Selain menjaga kualitas, Dini menilai media sosial memiliki peran besar dalam perkembangan usaha. Melalui Instagram, produknya lebih mudah dikenal masyarakat dan membantu mendatangkan pelanggan baru.

Ia juga membagikan pesan kepada pelaku UMKM yang baru memulai usaha agar tidak terburu-buru menghadirkan banyak varian produk. Fokus pada satu atau dua produk unggulan dinilai lebih efektif untuk membangun identitas usaha dan menjaga kualitas.

Di akhir dialog, Dini menekankan pentingnya konsistensi dalam menjaga mutu produk. Menurutnya, resep yang telah ditetapkan sebaiknya tidak diubah, termasuk dalam pemilihan bahan baku utama, agar cita rasa tetap konsisten dan mudah diingat pelanggan.

"Resep kita harus sudah paten dan tidak diubah-ubah. Bahan baku utamanya juga sebisa mungkin tidak diganti supaya rasanya tetap konsisten. Kalau pelanggan sudah ingat rasanya enak, mereka akan kembali membeli," tuturnya. (Kartika)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....