Harga Plastik Naik, Perajin Tempe di Banyumas Kurangi Produksi
- 19 Apr 2026 18:20 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas – Kenaikan harga plastik kemasan belakangan ini turut dirasakan dampaknya oleh para pelaku usaha kecil, termasuk perajin tempe berskala rumahan. Alih-alih menaikkan harga jual, pedagang memilih strategi mengurangi kuantitas produksi harian.
Hal ini dialami oleh perajin tempe Kholifah di Desa Karanggude, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, yang telah merintis usahanya sejak era 2000-an. Dalam kesehariannya, ia memproduksi dua varian, yakni tempe bungkus plastik dan tempe bungkus daun pisang.
Ia membenarkan bahwa harga plastik saat ini sedang mengalami kenaikan. Menurutnya, harga plastik kiloan yang biasa digunakan kini mencapai Rp7.000. Untuk menyiasatinya, ia mempertahankan ukuran dan harga jual tempe, namun mengurangi jumlah pembuatannya.
"Iya, sekarang plastik lagi naik harganya. Jadi dikurangin bikinnya, misalnya kalau saya (biasanya) dapat hasil jual Rp20 ribu, sekarang karena harga plastik naik, jadi bikin buat hasil sekitar Rp15 ribu," ujarnya, Minggu (19/4/2026).
Meski produksi tempe plastik dikurangi, Kholifah tetap memaksimalkan produksi tempe bungkus daun pisang. Pasalnya, tempe jenis ini memiliki permintaan yang lebih tinggi di masyarakat karena menjadi bahan baku utama pembuatan mendoan.
Dalam sehari, ia mampu memproduksi sekitar 150 hingga 250 buah tempe bungkus daun pisang. Selain pangsa pasarnya yang jelas, ia menuturkan bahwa proses peragian tempe yang dibungkus daun pisang juga relatif lebih cepat matang dibandingkan yang menggunakan plastik.
Dari produksi rumahan ini, pendapatan yang didapatkan Kholifah memang fluktuatif setiap harinya. Ia mengaku bisa mengantongi omzet sekitar Rp50 ribu per hari jika seluruh dagangannya laku terjual, atau berkisar di angka Rp20 ribu hingga Rp30 ribu jika kondisi pasar sedang sepi.( Sevrin Dwi C)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....