Strategi UMKM ExMoro Bertahan di Tengah Penurunan Omzet
- 21 Jan 2026 09:22 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto: Gelaran Expo ExMoro Purwokerto menjadi saksi perjuangan para pelaku UMKM dalam mempertahankan stabilitas pendapatan mereka ditengah ketidakpastian jumlah pengunjung. Salah satu pelaku usaha, Tuti, menawarkan beragam pilihan kuliner mulai dari hidangan tradisional seperti sego pecel dan mendoan hingga menu modern seperti chicken katsu dan onigiri.
Kondisi penjualan di area tersebut diakui mengalami dinamika yang cukup signifikan sejak pertama kali pembukaan expo dilaksanakan. Pada dua minggu pertama pembukaan, antusiasme masyarakat sangat tinggi sehingga memberikan dampak positif yang besar bagi omzet para pedagang.
"Di awal buka Opening Expo Exmoro cukup ramai sampai 2 minggu pertama sangat ramai. Namun, akhir-akhir ini terasa menurun, mungkin karena kurangnya acara atau event," ujar Tuti saat diwawancarai bersama RRI pada Selasa, (20/1/2026) di stan miliknya.
Perbedaan pendapatan antara hari biasa dengan saat berlangsungnya sebuah acara khusus di area Moro terlihat sangat kontras. Saat ada kegiatan besar, Tuti mampu mengantongi omzet lebih dari Rp 1 juta rupiah per hari, sementara pada hari biasa pendapatan menurun drastis hingga kisaran Rp 300 ribu saja.
Faktor pemicu lonjakan pembeli biasanya berasal dari kegiatan seperti Ngapak Power Auto Fest 2026, senam, pentas seni hingga undian kupon. Namun, akhir-akhir ini terdapat pergeseran minat pengunjung yang lebih tertarik pada wahana hiburan kereta hantu purwokerto dibandingkan mengunjungi area food court.
"Kalau ada event, pendapatan paling tinggi bisa mencapai sekitar 1,6 juta rupiah. Tapi kalau hari biasa, paling hanya sekitar 300 ribu rupiah," jelas Tuti mengenai perbandingan pendapatannya.
Situasi pengunjung yang lebih memilih wahana permainan menjadi tantangan tersendiri bagi para pemilik stan makanan untuk tetap eksis. Para pedagang kini dituntut untuk lebih aktif melakukan strategi "jemput bola" dengan menawarkan produk secara langsung kepada setiap pengunjung yang melintas.
Kualitas rasa dan pelayanan yang prima menjadi senjata utama agar pelanggan tetap setia dan tertarik untuk membeli. Tuti meyakini bahwa menjaga standar makanan dan memberikan servis yang ramah adalah kunci keberlanjutan usaha di tengah persaingan stan yang ketat.
"Menurut saya, tantangannya adalah bagaimana kita harus lebih aktif 'menjemput bola'. Kita harus rajin menawarkan produk kepada pengunjung yang datang," tutur Tuti.
Pemanfaatan media sosial juga menjadi langkah adaptasi penting untuk memperluas jangkauan promosi produk unggulan mereka. Dengan rutin mengunggah foto dan video produk di platform digital, para pedagang berharap dapat menarik minat teman dan masyarakat luas untuk berkunjung langsung.
Harapan besar digantungkan kepada pihak pengelola agar lebih gencar melakukan terobosan baru dan promosi yang masif di media sosial. Hal ini dinilai sangat krusial agar Expo ExMoro kembali ramai dan iklim usaha UMKM di wilayah tersebut tetap stabil serta berkembang.
"Harapan saya, panitia atau pengelola bisa lebih eksis lagi dalam mencari terobosan baru dan meningkatkan promosi Expo Moro di media sosial. Saya ingin Moro kembali ramai dikunjungi orang," kata Tuti. (Vera Purmadani Fitria)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....