Dua Hambatan UMKM, Saatnya Beradaptasi dengan Teknologi
- 16 Sep 2025 14:17 WIB
- Purwokerto
KBRN, Banyumas: Pada acara Seminar Nasional Pemberdayaan UMKM dan Talkshow Digital Marketing, Ketua Asosiasi Pengusaha Mikro, Kecil, dan Menengah Banyumas (Aspikmas) Pujianto menjelaskan beberapa hal mengenai kendala yang dapat menghambat perkembangan UMKM di Banyumas. Menurutnya, terdapat dua hal mendasar yang mejadi kendala bagi perkembangan UMKM di Banyumas.
Pujianto menilai bahwa saat ini banyak pelaku UMKM yang masih memposisikan diri sebagai pedagang, bukan sebagai pebisnis. Hal tersebut, menurut Pujianto, membuat para pelaku usaha mikro kesulitan dalam mengelola usahanya.
“Yang pertama dan paling fundamental jelas pola pikir bagaimana mereka memposisikan diri sendiri hanya sebagai pedagang belum kemudian concern (fokus) kepada pengelolaan bisnis karena itu dua hal yang berbeda, ilmunya pun berbeda,” kata Pujianto kepada RRI, Senin (15/9/2025).
Selain itu, masalah lain yang dihadapi oleh para pengusaha UMKM adalah manajemen bisnis yang terlalu mengandalkan kemampuan pribadi. Jika ini dilakukan terus menerus, menurut Pujianto, dapat mengakibatkan pemasaran produk tidak maksimal.
“Kemudian, yang kedua memang kalau kami lihat datanya mereka rata-rata masih one man show. Jadi semua dikerjakan sendiri, akhirnya energinya habis di teknis sehingga mereka bingung dan kurang optimal dalam memasarkan,” tutur Pujianto.
Perkembangan UMKM di Banyumas memang masih menemui berbagai kendala, terlebih pada saat ini telah memasuki era industri 5.0. Pada era sekarang masyarakat dituntut untuk memanfaatkan teknologi guna meningkatkan kesejahteraan dan mengatasi permasalahan sosial.
Berkaitan dengan hal tersebut, Founder dan CEO Komerce Nofi Bayu Darmawan menyampaikan bahwa pelaku UMKM di era sekarang diharuskan dapat bersikap adaptif, berani mencoba hal baru, dan memiliki kemampuan belajar untuk berkembang. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan AI untuk pengembangan usaha.
“Sekarang banyak sekali tools-tools AI, misalkan mereka mau bikin video iklan tapi mereka ingin sebuah variasi, tetapi mereka hanya cuma punya beberapa foto saja. Mereka tinggal upload disitu dan AI itu akan merubah foto itu menjadi berbagai variasi sebuah video yang luar biasa. Jadi saya rasa itu hal-hal yang memang perlu diperhatikan bagi teman-teman UMKM,” ucap Nofi.
Perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan memang sudah sangat maju, di era saat ini masyarakat sangat dituntut untuk bersikap adaptif. Dengan demikian, mereka tidak hanya berperan sebagai konsumen teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi terbaru seperti AI dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan individu maupun sosial, tak terkecuali bagi para pelaku UMKM. (Arief Muzakki).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....