Purbalingga Tuan Rumah Monitoring Program UPLAND

  • 09 Sep 2025 13:38 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Purbalingga : Kabupaten Purbalingga mendapat kunjungan tim Project Implementation Assessment and Support (PIASR) dari Islamic Development Bank (IsDB) dan International Fund for Agricultural Development (IFAD), Selasa (9/9/2025). Kunjungan ini bertujuan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program UPLAND periode 2021–2024, pelaksanaan program 2025, sekaligus persiapan untuk 2026.

Sekretaris Daerah (Sekda) Purbalingga, Herni Sulasti, menyampaikan bahwa capaian UPLAND periode pertama terbukti nyata, salah satunya keberhasilan ekspor lada ke Jepang sebanyak 300 ton pada 2023–2024.

“Kita harus menjaga sarprasnya dan keberfungsiannya. Tahun 2021–2024 kita sudah dapat capaian luar biasa, sudah bisa ekspor 300 ton lada,” ujarnya saat menerima tim PIASR di Graha Adiguna.

Herni menekankan pentingnya kesinambungan program meski periode proyek telah selesai. “Yang paling penting bukan hanya uang dibelanjakan sesuai rencana. Tetapi harus memberikan manfaat, karena dampak itulah yang menjadi ukuran,” tegasnya.

Ia berharap manfaat program UPLAND tidak hanya dirasakan di empat kecamatan sasaran awal, yakni Kejobong, Pengadegan, Karangmoncol, dan Rembang. “Tentu di tahun-tahun berikutnya bisa direplikasi agar kesejahteraan petani lebih merata di seluruh wilayah,” katanya.

Kepala Dinpertan Purbalingga, Revon Harpindiat, menjelaskan UPLAND adalah program pengembangan pertanian dataran tinggi, mencakup sektor on farm hingga off farm. Pada periode 2021–2024, program difokuskan pada pengembangan kambing Kejobong dan lada di Kecamatan Kejobong dan Pengadegan dengan dukungan pendanaan IFAD sebesar Rp11,45 miliar dan IsDB Rp10,86 miliar.

Program ini melibatkan 32 kelompok tani, dengan realisasi pembangunan jalan usaha tani sepanjang 17 km, 29 sumur bor air dalam, 3 sumur dangkal, fasilitas produksi lada dan kambing, hingga pemanfaatan sumur sebagai sumber air bersih bagi masyarakat. “Program ini tidak hanya fokus pada fisik, tetapi juga membentuk mentalitas juang petani agar mampu mengembangkan potensi wilayah,” jelas Revon.

Project Manager Unit UPLAND Kementan RI, Muhammad Ikhwan, menyebut Purbalingga merupakan salah satu dari 14 kabupaten/kota penerima UPLAND Project di Indonesia. Ia menegaskan perlunya keberlanjutan program melalui dukungan pemerintah daerah.

“Kami titip keberlanjutan dari investasi yang sudah diberikan, seperti penguatan korporasi pertanian dan pemeliharaan aset, agar bisa didukung melalui APBD II atau Dana Desa,” katanya.

Untuk periode kedua, UPLAND menyasar 29 kelompok tani di Kecamatan Karangmoncol dan Rembang dengan komoditas kapulaga dan kambing. Anggaran yang dialokasikan mencapai Rp26,3 miliar dari IsDB. Tim PIASR juga dijadwalkan meninjau lapangan ke Desa Pangempon, Kejobong, dan Desa Gunungwuled, Rembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....