Inflasi Banyumas Terjaga, Harga Pangan Melandai

  • 04 Agt 2026 15:04 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas– Inflasi di wilayah Banyumas Raya tetap terjaga pada kisaran sasaran nasional 2,5±1 persen sepanjang Juli 2026. Turunnya harga sejumlah komoditas pangan, terutama bawang merah dan cabai, menjadi faktor utama yang mendorong terjadinya deflasi di Purwokerto dan Cilacap.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Purwokerto mencatat deflasi bulanan sebesar 0,05 persen (month to month/mtm) dengan inflasi tahunan sebesar 2,66 persen (year on year/yoy). Angka tersebut lebih rendah dibandingkan Juni 2026 yang mencatat inflasi bulanan 0,12 persen dan inflasi tahunan 2,79 persen.

Sementara itu, Cilacap mengalami deflasi 0,06 persen (mtm) dengan inflasi tahunan 2,44 persen (yoy), turun dibandingkan Juni 2026 yang mencapai 0,10 persen (mtm) dan 2,88 persen (yoy).Kepala Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Aswin Gantina, mengatakan deflasi di kedua daerah tersebut terutama dipengaruhi melimpahnya pasokan komoditas hortikultura saat musim panen, sehingga harga bawang merah, cabai merah, dan cabai rawit mengalami penurunan.

Selain itu, melemahnya harga emas global turut menekan harga emas perhiasan, sementara harga telur ayam ras masih melanjutkan tren penurunan karena pasokan yang memadai di tengah permintaan yang relatif stabil."Deflasi di Purwokerto dan Cilacap tidak sedalam deflasi nasional maupun Provinsi Jawa Tengah," ujarnya dalam keterangan tertulis Selasa (4/8/2026).

Meski demikian, penurunan harga masih tertahan oleh kenaikan harga bensin yang berdampak pada tarif angkutan dan biaya distribusi. Harga telepon seluler juga meningkat seiring tingginya permintaan masyarakat terhadap perangkat komunikasi.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, penyumbang utama deflasi berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya. Sebaliknya, kelompok transportasi masih menjadi penyumbang inflasi terbesar di Purwokerto maupun Cilacap.

Bank Indonesia menilai stabilnya inflasi tidak lepas dari sinergi pengendalian inflasi bersama pemerintah daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) serta penguatan Program Ketahanan Pangan Nasional.

Selama Juli 2026, berbagai langkah pengendalian terus dilakukan melalui Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS), di antaranya penyelenggaraan Pasar Murah Inflasi Banyumas (SARAHSIMAS), pasar murah dalam rangka TMMD Sengkuyung Tahap III, hingga pendampingan petani untuk meningkatkan produktivitas pangan.

Selain itu, TPID Banyumas juga menggelar High Level Meeting (HLM) guna mengantisipasi dampak fenomena El Nino. Koordinasi rutin bersama pedagang besar, asosiasi, kelompok tani, serta penguatan komunikasi publik dan jaringan distribusi pangan melalui toko tani terus dilakukan untuk menjaga stabilitas harga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....