Februari, Purwokerto dan Cilacap Alami Inflasi

  • 04 Mar 2026 11:44 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas – Dua kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di wilayah Banyumas Raya, yakni Purwokerto dan Cilacap, mengalami inflasi pada Februari 2026. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik, inflasi bulanan (mtm) Purwokerto tercatat sebesar 0,78 persen, inflasi tahun kalender (ytd) 0,42 persen, dan inflasi tahunan (yoy) 4,14 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan Januari 2026 yang mengalami deflasi -0,36 persen (mtm), -0,36 persen (ytd), dan inflasi tahunan 2,79 persen (yoy).

Kondisi serupa terjadi di Cilacap. Pada Februari 2026, inflasi Cilacap tercatat 0,80 persen (mtm), 0,37 persen (ytd), dan 4,22 persen (yoy). Realisasi ini lebih tinggi dibandingkan Januari 2026 yang mengalami deflasi -0,42 persen (mtm), -0,42 persen (ytd), dan inflasi tahunan 2,63 persen (yoy).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Purwokerto, Christoveny, mengatakan inflasi Purwokerto secara bulanan terutama dipengaruhi kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi 2,30 persen (mtm) dengan andil 0,68 persen.

“Inflasi di Purwokerto pada Februari 2026 terutama didorong komoditas volatile food seperti daging ayam ras, cabai rawit, bawang merah, dan telur ayam ras yang mengalami kenaikan harga sejalan dengan meningkatnya permintaan pada momentum Hari Raya Imlek dan Ramadan,” ujarnya dalam keterangan kepada wartawan Selasa ( 3/3/2026) petang.

Selain itu, kenaikan harga emas perhiasan juga turut mendorong inflasi. Peningkatan tersebut dipengaruhi dinamika harga emas global serta tingginya permintaan domestik sebagai instrumen lindung nilai.

Di Cilacap, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga menjadi penyumbang utama inflasi dengan kenaikan 2,02 persen (mtm) dan andil 0,65 persen. Kenaikan harga cabai rawit, daging ayam ras, bawang merah, emas perhiasan, serta tarif air minum PAM menjadi faktor pendorong inflasi.

Namun demikian, sejumlah komoditas seperti bensin, wortel, dan bawang putih mencatatkan andil deflasi sehingga menahan tekanan inflasi lebih lanjut.

Secara tahunan, inflasi Purwokerto dan Cilacap turut dipengaruhi low base effect, seiring penerapan kebijakan diskon tarif listrik pada Januari–Februari 2025. Tekanan inflasi yang lebih tinggi juga tertahan oleh penurunan harga bensin dan bawang putih.

Dalam upaya menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Banyumas Raya memperkuat sinergi melalui implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) dengan strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Langkah konkret yang dilakukan oleh BI Purwokerto antara gerakan pangan murah, fasilitasi distribusi pangan, serta pasar tani di berbagai titik, termasuk Pasar Ramadan UMP x Bank Indonesia Purwokerto 2026, 18 titik di Kabupaten Cilacap, pembukaan program TMMD Sengkuyung Tahap I 2026, serta kegiatan Sarahsimas di sejumlah kecamatan di Banyumas.

Rekomendasi Berita