BI Dorong Ekonomi Syariah Banyumas Raya Melalui Selaras

  • 04 Sep 2026 16:20 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas- Produk kuliner, fesyen, hingga berbagai usaha berbasis syariah dari empat kabupaten di eks Karesidenan Banyumas berkumpul dalam Semarak Festival Ekonomi Syariah atau Selaras 2026. Festival yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Purwokerto tersebut berlangsung selama tiga hari, 4-6 September 2026.

Kegiatan ini melibatkan pelaku usaha dan pemerintah daerah dari Banyumas, Purbalingga, Cilacap, dan Banjarnegara.Kepala Perwakilan BI Purwokerto, Aswin Gantina, mengatakan keterlibatan pemerintah daerah dan pelaku UMKM menjadi salah satu kekuatan utama dalam penyelenggaraan Selaras.

“Jadi kami sangat apresiasi pemerintah daerah di Banyumas, Purbalingga, Cilacap dan Banjarnegara. Keterlibatan pemerintah daerah bersama UMKM sangat kami apresiasi,” kata Aswin.

Menurutnya, festival tersebut tidak sekadar menjadi ruang promosi produk, tetapi diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat di wilayah Banyumas Raya. Berbagai produk usaha syariah dari empat kabupaten ditampilkan dalam festival tersebut.

BI juga mendorong seluruh pelaku usaha menggunakan transaksi pembayaran melalui QRIS sehingga perputaran ekonomi selama kegiatan dapat tercatat. Aswin optimistis nilai transaksi selama festival akan cukup besar dan memberikan kontribusi terhadap pergerakan ekonomi. Namun, menurut dia, keberhasilan Selaras tidak hanya diukur dari besarnya nilai transaksi.

“Kami minta semua pelaku usaha syariah menggunakan QRIS. Nanti transaksi dan nominalnya tercatat. Pada penutupan hari Minggu akan kami sampaikan berapa perputaran ekonomi yang terjadi dalam kegiatan Selaras ini,” ujarnya.

Aswin menegaskan ekonomi syariah pada dasarnya tidak hanya ditujukan bagi masyarakat Muslim. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, seperti keadilan, transparansi, dan keseimbangan, bersifat universal dan dapat diterapkan oleh siapa pun.

“Syariah ini bukan masalah agama, tetapi masalah nilai-nilai, seperti keadilan, transparansi, dan keseimbangan. Nilai-nilai itu universal dan bisa diadopsi siapa saja,” katanya.

Konsep tersebut juga diterapkan dalam sektor kuliner. Dalam Selaras, BI turut meresmikan Zona Kuliner Khas Aman dan Sehat. Konsep ini tidak hanya menekankan aspek kehalalan makanan, tetapi juga keamanan, kebersihan, dan kesehatan. Selain sektor UMKM, pengembangan ekonomi syariah juga diarahkan untuk mendukung pariwisata ramah Muslim di Banyumas Raya.

Aswin menjelaskan, konsep pariwisata ramah Muslim tidak harus rumit. Pelaku usaha pariwisata cukup memastikan informasi kehalalan makanan tersedia dengan jelas serta menyediakan fasilitas ibadah yang memadai.

“Restoran misalnya memasang logo halal, kemudian tempat ibadah tersedia dengan baik, air untuk wudhu bersih, dan fasilitas untuk laki-laki maupun perempuan tersedia,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....