Indosat Bukukan Pendapatan Rp30,7 Triliun di Semester I 2026
- 28 Jul 2026 19:21 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas– PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison/IOH) kembali mencatatkan kinerja keuangan dan operasional yang impresif pada semester pertama 2026. Transformasi bisnis berbasis kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) menjadi pendorong utama pertumbuhan perusahaan sekaligus memperkuat fondasi ekosistem digital Indonesia.
Hingga 30 Juni 2026, Indosat membukukan pendapatan sebesar Rp30,7 triliun, atau tumbuh 13,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kinerja positif juga tercermin dari EBITDA yang naik 14 persen menjadi Rp14,6 triliun dengan margin sehat sebesar 47,6 persen.
Sementara itu, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk yang dinormalisasi melonjak 49,2 persen secara tahunan menjadi Rp3,2 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh ekspansi bisnis yang berkelanjutan, efisiensi operasional, serta pengelolaan biaya yang disiplin.
President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan strategi "AI North Star" berhasil membawa Indosat bertransformasi dari perusahaan penyedia layanan konektivitas menjadi perusahaan teknologi berbasis AI.
"Pertumbuhan double digit yang kami capai menjadi bukti kuat bahwa strategi kami berjalan baik sekaligus mencerminkan momentum positif dari perjalanan transformasi kami. Pencapaian ini semakin memperkuat keyakinan kami untuk mengakselerasi fase transformasi selanjutnya, sekaligus berkontribusi membangun ekosistem AI di Indonesia," ujar Vikram Selasa ( 28/7/2026).
Seiring meningkatnya adopsi AI di masyarakat, Indosat menghadirkan berbagai layanan digital seperti Anti-Spam, Anti-Scam, Sahabat-AI, Gemini AI, hingga Adobe Express. Inovasi tersebut turut mendorong pertumbuhan trafik data sebesar 19,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dalam keteramgan pers yang diterima oleh RRI Purwokerto Vikram menjelaskan pendapatan rata-rata per pelanggan atau Average Revenue Per User (ARPU) juga meningkat 17,3 persen menjadi Rp46 ribu, dengan jumlah pelanggan seluler tetap solid di angka 93,4 juta pelanggan.
Memanfaatkan kinerja keuangan yang semakin kuat, Indosat mempercepat investasi pada berbagai sektor strategis.Salah satunya melalui pembentukan PT Infra Fiber Teknologi (IFT) bersama Arsari Group.
Lewat pengalihan pengelolaan lebih dari 86 ribu kilometer jaringan serat optik nasional, Indosat memperoleh sekitar Rp11,7 triliun. Sekaligus menerapkan model bisnis asset-light yang memberikan ruang investasi lebih besar untuk pengembangan teknologi masa depan.
Di sisi lain, bisnis AI Cloud juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Sepanjang semester pertama 2026, AI Cloud membukukan pendapatan sebesar US$33 juta, melampaui total pendapatan sepanjang tahun 2025 yang mencapai US$28 juta. Capaian ini mempertegas AI Cloud sebagai salah satu mesin pertumbuhan baru perusahaan.
Untuk memperkuat kualitas layanan digital, Indosat juga memperoleh tambahan spektrum frekuensi 80 MHz pada pita 700 MHz dan 2,6 GHz. Penambahan spektrum tersebut akan meningkatkan kapasitas jaringan sekaligus memperluas peluang pengembangan layanan Indosat5G, termasuk Fixed Wireless Access (FWA).
Di tingkat regional, Indosat Region Jawa Tengah dan DIY tetap menjadi salah satu tulang punggung operasional nasional. Wilayah ini mempertahankan basis pelanggan terbesar secara nasional dengan pertumbuhan trafik data mencapai 10,4 persen sepanjang semester pertama 2026.
Pertumbuhan tersebut didukung penguatan infrastruktur yang kini mencakup hampir 28 ribu BTS 4G dan lebih dari 830 BTS 5G. Melalui program "Desa Terkoneksi", Indosat juga melakukan pendekatan langsung ke sekitar 300 desa di Jawa Tengah dan DIY.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....