Gedung Eks-Moro Kembali Hidup lewat Expo Exmoro
- 17 Jan 2026 20:46 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Gedung eks-Moro, bangunan yang pernah menjadi sentra belanja kebanggaan masyarakat Purwokerto, kini mulai menunjukkan tanda-tanda kehidupan kembali. Setelah sekian lama terbengkalai dan hanya menyisakan kenangan, gedung legendaris ini kembali dibuka untuk umum melalui gelaran “Expo Exmoro” yang memadukan aktivitas ekonomi dan hiburan rakyat.
Pemilihan eks-Moro sebagai pusat kegiatan bukan tanpa alasan, mengingat lokasinya yang sangat strategis di jantung kota. Staf Operasional Expo Exmoro, Wahyu, menyampaikan bahwa pihaknya ingin menghidupkan Kembali gedung eks-Moro dengan suasana baru.
“Kami ingin memperkenalkan kembali gedung eks-Moro kepada masyarakat, tetapi dengan wajah baru. Konsepnya bukan lagi supermarket seperti dulu, melainkan ruang terbuka untuk kegiatan ekonomi dan hiburan,” ujar Wahyu, Staf Operasional Expo kepada RRI, Jumat (16/1/2026).
Wahyu menambahkan, expo ini menjadi wadah bagi para pelaku usaha untuk kembali memutar roda ekonomi melalui sistem sewa lokasi. Menariknya, acara ini tidak hanya berisi transaksi jual-beli. Pengunjung disuguhi berbagai hiburan mulai dari pentas kesenian tradisional hingga hiburan modern, yang diselingi dengan sentuhan aksi sosial berupa pembagian sembako dengan sistem unik bagi warga yang membutuhkan.
Baca juga: Tren Makanan Kukusan Sehat Kian Diminati
Meski demikian, Wahyu mengakui bahwa menghidupkan kembali gedung yang telah lama mati bukanlah perkara instan. Walaupun respons masyarakat sudah terlihat, jumlah pengunjung masih terus diupayakan agar lebih maksimal.
“Kami terus menambah berbagai variasi hiburan agar masyarakat semakin antusias datang ke sini,” kata Wahyu.

Manfaat dari aktivitas ekonomi ini pun mulai dirasakan oleh para pedagang. Fabio, salah satu pelaku usaha yang sudah berjualan di Expo Exmoro sejak 20 Desember lalu, mengaku terbantu dengan gelaran tersebut. Dalam sehari, ia mampu mengantongi omzet hingga Rp1 juta, terutama saat akhir pekan.
Namun, Fabio juga menitipkan pesan penting agar acara ini terus berinovasi dan tidak hanya berhenti pada konsep yang ada saat ini. Ia menekankan bahwa adaptasi terhadap tren sangat diperlukan, agar daya tarik lokasi tetap terjaga.
Baca juga: Berburu Durian Tak Perlu Menunggu Puncak Musim
“Potensinya besar, tetapi kemasannya harus terus mengikuti zaman supaya pengunjung tidak bosan. Kalau acaranya segar, penjualan kami juga pasti ikut naik,” ucap Fabio.
Sementara itu, bagi warga lokal seperti Ratna, kembali ke gedung bekas swalayan ini terasa seperti mengunjungi kawan lama. Ada nilai sentimental yang sulit dihapus karena gedung ini telah berjaya selama puluhan tahun di Purwokerto. Ia sangat mengapresiasi adanya lomba kreativitas anak yang digelar di sela-sela expo.
“Senang sekali melihat Moro ramai lagi. Harapannya, gedung ini tidak cuma ramai sebentar lalu sepi lagi. Semoga bisa dialihfungsikan secara permanen dan bangunannya sedikit dipoles agar lebih aman dan cantik,” kata Ratna. (Liina).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....