Mahasiswa PGSD UMP Pamerkan Karya Seni Rupa 3D

  • 09 Jan 2026 10:13 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Banyumas: Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) memamerkan karya seni rupa tiga dimensi pada Rabu (7/1/2026).

Pameran tersebut merupakan luaran pembelajaran Mata Kuliah Pendidikan Seni Rupa pada Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026 yang dilaksanakan melalui pendekatan pembelajaran berbasis proyek. Mata kuliah ini diampu oleh dosen seni rupa PGSD UMP, Dr. Lia Mareza, M.A.

Dr. Lia Mareza, M.A., menyampaikan bahwa mata kuliah Pendidikan Seni Rupa pada semester ini diikuti oleh mahasiswa semester tiga dan semester lima. Kondisi tersebut terjadi karena pada tahun akademik berjalan, Prodi PGSD UMP menerapkan dua kurikulum secara bersamaan, sehingga dua angkatan mengambil mata kuliah yang sama.

“Dalam mata kuliah Pendidikan Seni Rupa terdapat 14 kali pertemuan. Pada tahap awal, mahasiswa dibekali teori, kemudian setiap minggu mereka mempelajari dan mempraktikkan berbagai teknik seni rupa. Setelah menguasai teknik-teknik tersebut, mahasiswa diarahkan untuk menghasilkan sebuah produk,” ucapnya dalam keterangan yang diterima RRI, Jumat (9/1/2026).

Baca juga: Pertuni Banyumas Apresiasi Pelatihan Jumantik Inklusif UMP

Karya seni rupa tiga dimensi yang ditampilkan merupakan hasil akhir dari proses pembelajaran selama satu semester. Tahap pengerjaan karya dilakukan secara intensif pada tiga pertemuan terakhir, sedangkan proses perumusan ide dan konsep telah dimulai sejak mahasiswa menyelesaikan Ujian Tengah Semester (UTS).

“Sejak setelah UTS, mahasiswa sudah mulai mempresentasikan gagasan karya. Dari situ saya melakukan kurasi untuk menilai apakah ide tersebut dapat dieksekusi secara teknis. Setelah itu, menjelang tiga pertemuan terakhir, mahasiswa mulai mengeksekusi karya secara material,” kata Dr. Lia Mareza, M.A.

Pengerjaan proyek seni tersebut dilakukan secara berkelompok dalam satu kelas. Skema kerja kelompok dipilih karena mata kuliah seni di PGSD mencakup berbagai bidang, yakni seni rupa, seni musik, dan seni tari, sehingga setiap mahasiswa memiliki potensi dan keunggulan yang berbeda-beda.

“Ada mahasiswa yang menonjol pada aspek ide, ada pula yang kuat pada teknik. Oleh karena itu, saya memfasilitasi agar mereka bisa saling berkolaborasi dan belajar satu sama lain,” ucap Lia.

Baca juga: UMP Perkuat Kemandirian Finansial lewat Unit Usaha Kampus

Selama proses perkuliahan, mahasiswa dibekali beragam teknik seni rupa. Materi yang dipelajari meliputi pemilihan karakter, eksplorasi warna melalui lingkaran warna, pembuatan kolase, teknik lilin, melukis menggunakan cat air, pastel, dan krayon, hingga menggambar sketsa tangan serta melukis objek secara langsung di lapangan.

“Semua teknik tersebut terintegrasi dan digunakan kembali saat mahasiswa membuat karya. Harapannya, mereka memiliki dasar yang kuat dan pengalaman lengkap, mulai dari proses gagasan hingga menjadi sebuah karya seni,” tutur Lia.

Ia menegaskan bahwa pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa PGSD sebagai calon pendidik di sekolah dasar. Dengan pemahaman yang memadai mengenai teknik dan proses berkarya seni, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan dan memfasilitasi kreativitas peserta didik secara maksimal.

“Mahasiswa tidak hanya mencontohkan, tetapi mampu membimbing siswa untuk berpikir kreatif dan memahami proses penciptaan karya seni,” ujar Lia.

Baca juga: UMP Dapat Hibah Besar untuk Pembangunan dan Riset

Di sisi lain, Ketua Program Studi PGSD UMP, Aji Heru Muslim, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi atas pelaksanaan pameran karya mahasiswa dalam mata kuliah tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi mata kuliah ini. Mahasiswa benar-benar menunjukkan keterampilan, tidak hanya sebatas teori, tetapi diwujudkan dalam karya nyata. Dalam waktu kurang lebih tiga bulan, mereka mampu menghasilkan proyek yang luar biasa,” ujarnya.

Menurut Aji Heru, keterampilan seni rupa yang dimiliki mahasiswa PGSD sangat relevan untuk diterapkan di jenjang sekolah dasar, terutama dalam pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

“Selama ini proyek P5 di sekolah sering berupa kegiatan membuat makanan tradisional. Dengan keterampilan seni seperti ini, guru dapat mengarahkan proyek ke kegiatan seni rupa yang melatih kerja sama, kesabaran, kreativitas, dan nilai karakter lainnya pada siswa,” tuturnya.

Baca juga: Publik Apresiasi Peran UMP dalam Merespons Isu Sosial

Ia menambahkan, karya-karya mahasiswa tersebut juga memiliki nilai strategis bagi Program Studi PGSD, salah satunya sebagai bukti implementasi pembelajaran berbasis luaran yang mendukung proses akreditasi.

“Karya-karya ini akan dipamerkan di lingkungan prodi sebagai salah satu bukti hasil pembelajaran mahasiswa,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....