Warga Antusias Sambut Jerami Fest 5 di Desa Pangebatan Karanglewas
- 21 Sep 2026 08:15 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Pelaksanaan kegiatan seni dan budaya bertajuk Jerami Fest 5 yang digelar pada Sabtu (19/9/2026) di Desa Pangebatan, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, mendapat sambutan hangat dan antusias dari warga setempat maupun pengunjung dari luar daerah.
Jerami Fest merupakan panggung budaya tahunan berbasis tradisi agraris yang memanfaatkan jerami pascapanen sebagai arena pertunjukan seni. Memasuki penyelenggaraan kelima pada tahun 2026 ini, festival tersebut menjadi ruang perjumpaan antara kebudayaan lokal, rasa syukur masyarakat agraris, serta seni pertunjukan kerakyatan.
Ajang kebudayaan yang diprakarsai oleh seniman Banyumas, Ki Titut Edi Purwanto, tersebut tidak hanya hadir sebagai sarana hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi wadah edukasi penting untuk melestarikan tradisi agraris dan wujud syukur atas hasil bumi.
Salah seorang pengunjung, Eri Novianto, yang saat ini tinggal di luar wilayah Karanglewas, menyempatkan diri hadir untuk menyaksikan festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini memiliki makna yang erat dengan kehidupan masyarakat petani di daerah setempat.
"Ini tradisi petani untuk membudayakan sekaligus bersyukur atas hasil-hasil bumi di daerah sini. Sebagian warga sudah memahami pesan budayanya, tapi ada juga yang menjadikannya sebagai sarana hiburan rakyat," kata Eri Novianto.
Sementara itu, warga setempat, Warso, mengapresiasi keberadaan festival ini karena menjadi sarana edukasi kebudayaan bagi generasi muda. Selain itu, ia juga merasa bangga karena sang anak turut ambil bagian sebagai penampil dalam acara tersebut.
"Sangat penting buat anak-anak muda zaman sekarang. Kalau tidak ada acara seperti ini, anak-anak tidak akan tahu tradisinya. Terus anak saya juga ikut tampil, jadi pengin lihat," ujar Warso.
Ahmad Sukarjo, seorang petani setempat yang tak pernah absen hadir sejak Jerami Fest edisi pertama hingga kelima, menyambut positif pelaksanaan acara yang digelar pada malam hari. Menurutnya, kegiatan kebudayaan ini menjadi penambah semangat bagi para petani dalam menyambut musim hujan dan masa tanam.
"Dulu kan siang-siang jadi pada malas karena panas. Sekarang ada yang malam hari jadi lebih ramai yang nonton. Ini juga bagus untuk menyambut musim hujan dan menyemangati para petani,” tutur Ahmad Sukarjo.
Bagi warga setempat keberlanjutan Jerami Fest sangat penting sebagai langkah nyata untuk menjaga warisan budaya lokal dan merawat lingkungan agak tetap lestari dari generasi ke generasi.
Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, warga berharap Jerami Fest di tahun-tahun mendatang dapat dikemas semakin meriah, menampilkan pertunjukan yang lebih beragam, serta memberikan daya tarik lain bagi para pengunjung. (Devi Izzati Putri)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....