Grebeg Sura Baturraden Didorong Masuk Agenda Karisma Event Nusantara
- 13 Jul 2026 22:04 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Festival Grebeg Sura Baturraden didorong masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata Republik Indonesia mulai 2027. Event budaya tahunan tersebut dinilai memiliki potensi besar menjadi agenda wisata nasional yang mampu memperkuat daya tarik pariwisata Banyumas.
Anggota Komisi VII DPR RI, Siti Mukaromah, mengatakan usulan agar Grebeg Sura Baturraden masuk KEN telah beberapa kali disampaikan kepada Kementerian Pariwisata. Menurutnya, festival tersebut memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu agenda wisata budaya berskala nasional.
"Dorongan itu sudah beberapa kali saya sampaikan kepada Kementerian Pariwisata, karena Grebeg Suran memiliki potensi besar menjadi agenda nasional. Harapannya, mulai 2027 kegiatan ini masuk KEN, sehingga promosi Baturraden semakin luas," tuturnya saat menghadiri Festival Grebeg Sura Baturraden 2026 di Lokawisata Baturraden, Minggu (12/7/2026).
Erma – sapaan akrab Siti Mukaromah - menilai Grebeg Sura tidak hanya menjadi tradisi tahunan masyarakat Banyumas, tetapi juga memiliki peran penting dalam memperkuat posisi Baturraden sebagai destinasi wisata unggulan. Menurutnya, potensi tersebut dapat mendorong pertumbuhan berbagai sektor, mulai dari ekonomi kreatif, UMKM, transportasi, hingga infrastruktur pendukung pariwisata.
Ia mengatakan konsep tersebut sejalan dengan pengembangan ekosistem pariwisata yang menempatkan sektor wisata sebagai penggerak aktivitas ekonomi masyarakat. Bahkan, menurutnya, Baturraden telah menerapkan konsep tersebut jauh sebelum adanya pembaruan Undang-Undang Kepariwisataan.
"Kita berharap lahir kerja sama dan sinergi yang lebih luas, bukan hanya destinasi, tetapi juga budaya, ekonomi kreatif, UMKM, transportasi, infrastruktur, dan edukasi masyarakat," ujarnya.
Ia juga mengajak pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi agar sektor pariwisata mampu memberikan dampak yang lebih besar terhadap kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Erma turut menyaksikan penampilan "Lengger Bule", yakni wisatawan mancanegara yang menampilkan tari lengger Banyumasan. Menurutnya, antusiasme wisatawan asing menjadi bukti bahwa budaya Banyumas memiliki daya tarik hingga tingkat internasional.
"Saya melihat wisatawan dari Eropa ikut menari dengan sangat enerjik. Ini menandakan budaya Banyumas bukan hanya dicintai masyarakat Banyumas, tetapi juga masyarakat nasional dan internasional. Karena itu, mari kita cintai budaya yang kita miliki," kata Erma.
Sementara itu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menilai bahwa Festival Grebeg Sura menjadi salah satu upaya melestarikan budaya sekaligus memperkuat sektor pariwisata daerah.
Dalam sambutan yang dibacakan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinporabudpar Banyumas, Junaidi, Bupati mengatakan Grebeg Sura bukan sekadar tradisi yang digelar setiap bulan Sura, tetapi juga menjadi simbol rasa syukur serta penghormatan terhadap warisan budaya leluhur.
“Baturraden memiliki posisi strategis sebagai destinasi wisata unggulan karena memadukan keindahan alam lereng Gunung Slamet dengan kekayaan seni, budaya, dan kearifan lokal. Karena itu, penyelenggaraan festival diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dan memberikan dampak positif bagi pelaku usaha pariwisata maupun ekonomi kreatif,” ucapnya.
Pemerintah Kabupaten Banyumas, lanjutnya, berkomitmen terus mendukung penyelenggaraan kegiatan budaya yang mampu memperkuat daya saing pariwisata daerah. Menururnya, pengembangan sektor tersebut harus dibangun melalui pelestarian budaya, kreativitas masyarakat, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada wisatawan.
"Ketika budaya tetap lestari dan masyarakat menjadi pelaku utama, pariwisata akan tumbuh secara berkelanjutan dan manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat," tuturnya.
Adapun Grebeg Sura Baturraden 2026 diawali dengan kirab budaya yang diikuti perwakilan 12 desa di Kecamatan Baturraden. Para peserta mengarak gunungan berisi aneka hasil bumi dari area Parkiran Palawi menuju Lokawisata Baturraden.
Setelah kirab, rangkaian acara dilanjutkan dengan ritual dan doa bersama di Petilasan Baturraden serta larung sesaji di Sungai Gumawang. Puncak acara berlangsung saat ribuan warga berebut isi gunungan hasil bumi yang dipercaya membawa berkah.
Event tahun ini juga dimeriahkan dengan penampilan tari lengger yang dibawakan 12 sukarelawan asal Belgia bersama para seminan lokal dan atraksi barongsai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....