Festival Keris Nusantara Hidupkan Pesona Keris Gagrak Tegal
- 08 Sep 2026 16:12 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Tegal - Festival Keris Nusantara Bumi Tegal Arum digelar di Gedung Rakyat Kabupaten Tegal, Jumat (4/9/2026). Kegiatan bertajuk “Pesona Keris Gagrak Tegal” menjadi ruang pelestarian budaya dan edukasi masyarakat.
Festival diselenggarakan Paguyuban Tosan Aji Nusantara Patra Ganesha Kabupaten Tegal. Kegiatan mengenalkan kekhasan keris Gagrak Tegal kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid mengapresiasi pelaksanaan festival tersebut. Menurutnya, kegiatan tidak hanya menampilkan keris, tetapi juga menghadirkan edukasi dan sarasehan budaya.
Pentas seni tradisional dan lelang pusaka turut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan. Kholid menilai pelestarian keris perlu mencakup pengetahuan dan proses pewarisan budaya.
“Jangan sampai generasi muda hanya mengenal keris dari bentuknya,” ujar Kholid. Ia berharap generasi muda memahami keterampilan, nilai budaya, dan sejarah di balik keris.
Kholid menilai tema Pesona Keris Gagrak Tegal memiliki arti penting bagi masyarakat. Kabupaten Tegal memiliki kekayaan tradisi yang menjadi bagian dari identitas budaya daerah.
Ketua Paguyuban Tosan Aji Nusantara Patra Ganesha, Teguh Dwijanto Raharjo, mengatakan festival menjadi momentum penting. Kegiatan ini kembali menghadirkan pameran keris setelah beberapa tahun tidak digelar skala besar.
Peserta festival berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Daerah tersebut antara lain Bali, Surabaya, Malang, Madura, Yogyakarta, Semarang, Batam, Pekalongan, dan Jakarta.
Sekitar 80 peserta mengikuti kegiatan dengan ketersediaan sekitar 120 meja. Keberagaman peserta menunjukkan tingginya perhatian terhadap keris dan Tosan Aji.
Teguh menjelaskan tema Gagrak Tegal juga berkaitan dengan karakter wilayah Tegal sebagai daerah maritim. Salah satu cirinya terlihat melalui penggunaan warangka perahu labuh.
Peserta asal Denpasar, Bali, Heri, turut membawa keris yang diperkirakan berusia 200 tahun. Keris tersebut memiliki unsur gading, perak, dan emas serta dihiasi batu rubi.
Menurut Heri, keris tersebut pada masa lalu dapat digunakan sebagai senjata perang. Kehadirannya menunjukkan keris memiliki perjalanan sejarah yang panjang dalam kehidupan masyarakat.
Festival Keris Nusantara Bumi Tegal Arum tidak hanya menjadi ajang pameran pusaka. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang pembelajaran sejarah, keterampilan, dan nilai budaya.
Paguyuban Tosan Aji Nusantara Patra Ganesha berharap festival dapat digelar berkelanjutan. Dengan demikian, keris dan kekayaan budaya Tegal dapat terus dipahami generasi berikutnya. (Arif Rahman)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....