Wayang Rakyat “Semar Mbangun Desa” Hidupkan Budaya Sidareja
- 24 Agt 2026 11:42 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purbalingga: Pagelaran Wayang Rakyat “Semar Mbangun Desa” menghidupkan budaya dan kebersamaan warga Desa Sidareja, Purbalingga. Kegiatan tersebut sekaligus menandai selesainya pembangunan Lapangan Bengkok sebagai ruang bersama masyarakat.
Uleman Wayang Rakyat bertajuk “Sepanggung Budaya Setakir Bahagia” digelar di Lapangan Bengkok Desa Sidareja, Kecamatan Kaligondang, Minggu malam. Pagelaran menghadirkan dalang Ki Madi Wahyu Nugroho dengan lakon “Semar Mbangun Desa”.
Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif bersama Wakil Bupati Dimas Prasetyahani turut menghadiri kegiatan tersebut. Pertunjukan diawali penyerahan tokoh wayang Semar dari Bupati Fahmi kepada dalang.
Selain wayang, masyarakat disuguhi sejumlah pertunjukan seni. Di antaranya Svara Gangsa, Kie Tari, Tari Tunggal Eling, Kemejazz Eling-Eling, serta iringan pengrawit Kie Laras dan Tarub Budaya.
Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif mengapresiasi Pemerintah Desa Sidareja dan para pelaku seni yang konsisten menghidupkan kegiatan budaya. Menurutnya, geliat kesenian di Sidareja menjadi aset yang berpotensi menarik perhatian masyarakat dan wisatawan.
“Kami sangat bangga atas apa yang telah dilaksanakan malam ini, termasuk kepada Mas Santosa beserta tim dari Kie Art di Sidareja. Ini kebanggaan dan aset yang luar biasa,” kata Fahmi.
Fahmi berharap potensi seni dan budaya tersebut terus berkembang melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Purbalingga. Kolaborasi diarahkan untuk mengembangkan kesenian, kebudayaan, dan pariwisata hingga dikenal di tingkat nasional maupun internasional.
“Mudah-mudahan bisa terus berkembang lebih baik lagi dan ke depannya kami dari Pemkab Purbalingga bisa berkolaborasi untuk pengembangan kesenian, kebudayaan, pariwisata dan mengangkat Sidareja dan Purbalingga di kancah nasional dan internasional,” ujarnya.
Pagelaran wayang tersebut juga menjadi bagian dari peresmian Lapangan Bengkok. Pembangunan fasilitas tersebut ditandai dengan pemotongan tumpeng dan tradisi makan nasi takir sebagai ungkapan syukur.
Fahmi berharap Lapangan Bengkok dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan masyarakat. Selain olahraga dan kegiatan sosial, fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas ekonomi warga.
Di sisi lain, Fahmi menyampaikan sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat Sidareja dan wilayah Kaligondang. Salah satunya terkait ancaman kekeringan yang mulai berdampak pada ketersediaan air bersih.
Pemerintah mengupayakan dukungan pasokan air dari sumber mata air lain melalui PDAM. Masyarakat juga diminta menghemat air dan segera melaporkan apabila mengalami kondisi krisis air bersih.
Fahmi turut menyampaikan rencana penanganan kerusakan jalan menuju Sidareja dari Jalan Raya Kaligondang. Berdasarkan perhitungan Bapperida dan DPUPR, perbaikan diupayakan dapat dilaksanakan pada akhir 2026 atau 2027.
“Mudah-mudahan di akhir 2026 atau 2027 bisa kami perbaiki dari Pemerintah Kabupaten Purbalingga,” ungkap Fahmi.
Pagelaran Wayang Rakyat “Semar Mbangun Desa” pun menjadi ruang pertemuan antara seni, tradisi, dan kehidupan masyarakat. Kegiatan tersebut diharapkan memperkuat kebersamaan sekaligus menjaga budaya lokal tetap hidup di tengah masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....