Pepadi Banyumas Perkuat Regenerasi Dalang Muda demi Lestarikan Wayang Gagrak

  • 21 Jul 2026 09:45 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas – Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kabupaten Banyumas terus memperkuat regenerasi dalang muda sebagai upaya melestarikan Wayang Gagrak Banyumasan. Pembinaan terhadap dalang anak serta pengembangan Wayang Gagrak Banyumasan menjadi langkah yang ditempuh untuk menjaga keberlangsungan seni pedalangan di tengah perkembangan zaman.

Ketua Pepadi Kabupaten Banyumas, Sriyono, mengatakan perkembangan wayang di Banyumas sejauh ini masih menunjukkan tren positif. Hal itu terlihat dari masih padatnya pementasan wayang purwa, terutama pada Bulan Sura, ketika para dalang di Banyumas banyak mendapat undangan untuk tampil.

"Saat ini, untuk perkembangan wayang di Banyumas boleh dikatakan cukup baik. Artinya, pementasan pertunjukan wayang Purwa saat ini cukup padat. Apalagi kemarin Bulan Sura, itu sangat padat dan dalang-dalang yang ada di Banyumas sering ditanggap," ujar Sriyono kepada RRI, Senin (20/7/2026).

Meski perkembangan wayang di Banyumas tergolong baik, Pepadi tetap berupaya memperkuat pelestarian melalui regenerasi dalang dan pengembangan Wayang Gagrak Banyumasan sebagai identitas budaya daerah.

Ia menjelaskan Wayang Gagrak Banyumasan mengedepankan kekhasan lokal dalam setiap unsur pertunjukannya, mulai dari iringan gamelan Banyumasan, suluk, dialog menggunakan bahasa Banyumasan atau Ngapak, hingga cerita yang mengangkat babad Banyumas dan Pasirluhur. Meski demikian, pertunjukan tetap mempertahankan cerita pakem pewayangan seperti Ramayana dan Mahabharata.

"Yang dimaksud Wayang Gagrak Banyumasan itu adalah semua yang ditampilkan dalam pakeliran menggunakan kearifan lokal yang ada di Banyumas," tutur Sriyono.

Selain mengembangkan Wayang Gagrak Banyumasan, Pepadi juga secara rutin membina dalang anak sebagai bagian dari regenerasi. Hasil pembinaan itu terlihat dari konsistensi Wayang Gagrak Banyumasan tampil pada Festival Dalang Anak tingkat nasional sejak 2021, dengan capaian Harapan I pada 2023, Juara II pada 2024, dan predikat Dalang Mumpuni pada 2025.

Di sisi lain, Pepadi juga menggelar Lomba Dalang Bocah sebagai ajang menjaring sekaligus menyeleksi calon dalang muda sebelum melaju ke tingkat karesidenan, provinsi, hingga Festival Dalang Anak tingkat nasional.

Melalui pembinaan tersebut, Pepadi terus menyiapkan dalang-dalang muda agar Wayang Gagrak Banyumasan tetap lestari sekaligus mampu bersaing pada berbagai ajang pedalangan hingga tingkat nasional. (Artika).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....