Festival Gamelan Meriahkan Banyumas Kota Lama
- 26 Apr 2026 16:40 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Penyelenggaraan Festival Gamelan Banyumas 2026 di kawasan Taman Sari, Kota Lama Banyumas, berlangsung meriah. Kegiatan ini menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus ruang kreativitas bagi para seniman, pelajar, hingga komunitas gamelan dari berbagai wilayah di Banyumas dan sekitarnya.
Camat Banyumas, Jakarta Tisam, mengapresiasi penyelenggaraan festival yang dinilai mampu menghadirkan inovasi dalam pelestarian budaya tradisional. Menurutnya, konsep tahun ini berbeda karena memanfaatkan ruang terbuka dengan beberapa panggung pertunjukan yang berjalan secara berkesinambungan.
“Ini luar biasa dari teman-teman panitia, terutama dari Umah Gamelan. Tahun ini sedikit berbeda karena digelar di Taman Sari dengan lima panggung, sehingga pertunjukan berlangsung terus-menerus hingga 35 peserta,” ujarnya.
Ia menambahkan, setelah rangkaian pertunjukan siang hari, kegiatan akan dilanjutkan dengan konsep “Daharan Rembug Rasa” yang mengusung nuansa jamuan khas masa lampau. Selanjutnya, festival ditutup dengan pertunjukan orkestra gamelan yang menghadirkan kolaborasi lintas daerah, termasuk dari Bali, Pemalang, dan Purbalingga.
“Konsep orkestra ini akan menggabungkan gamelan dengan instrumen lain seperti viola hingga gamelan jazz, sehingga menghasilkan alunan musik yang unik dan bisa dinikmati masyarakat luas,” tambahnya.
Sementara itu, Pengelola Umah Gamelan, Eko Kunto Wibowo, menjelaskan bahwa festival tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua dengan skala yang lebih besar. Ia menyebut tingginya antusiasme peserta menjadi alasan utama pemindahan lokasi dari sanggar ke ruang publik. Peserta festival didominasi sanggar seni dari desa-desa di Kabupaten Banyumas serta perwakilan sekolah tingkat SMP dan SMA.
“Antusiasme peserta luar biasa, bahkan melebihi kapasitas. Karena itu kami keluar dari sanggar agar bisa menampung lebih banyak peserta sekaligus mempromosikan gamelan ke masyarakat luas,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pada festival kali ini mulai diterapkan sistem penilaian dengan menghadirkan dewan juri untuk menentukan penyaji terbaik, pesinden terbaik, serta pengendang terbaik.
“Harapannya ke depan generasi muda semakin mencintai gending-gending Banyumasan dan kesenian tradisional tetap lestari,” katanya.
Salah satu peserta, sinden dari SMA Negeri 1 Rawalo, Larasati Sukma Auliya, mengaku antusias mengikuti festival tersebut. Ia menyebut pengalaman tampil sebelumnya membuatnya lebih percaya diri meski tetap merasa gugup.
“Perasaannya tetap deg-degan, tapi karena sudah pernah ikut jadi lebih terbiasa. Saya tertarik karena keluarga juga mendukung dan memang suka dengan karawitan,” ungkapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....