Tari Lengger: Identitas Budaya dan Kesadaran Diri

  • 15 Feb 2026 08:02 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Seni Tari Lengger tidak sekadar menjadi pertunjukan tradisional, tetapi juga bagian dari identitas budaya Banyumas yang sarat nilai dan makna. Melalui gerak tari, warisan budaya terus hidup sekaligus menjadi ruang pembelajaran.

Tari Lengger bukan hanya seni pertunjukan tetapi juga laku hidup dan identitas. Tari Lengger mengajarkan kepekaan, kesadaran diri, serta keberanian untuk mengenali jati diri.

“Lengger itu adalah tentang kepekaan rasa dan kesadaran diri saya. Saya belajar dari lengger bagaimana saya mengolah tubuh, mengolah rasa, serta memiliki keberanian untuk menjadi diri saya sendiri,” ujar Yanika Lintang seorang penari Lengger profesional, dalam Obrolan Budaya RRI Purwokerto.

Lengger dipandang bukan sekadar kesenian daerah, tetapi juga media refleksi diri. Setiap gerakan mengajarkan pengendalian, penghayatan, dan penghargaan terhadap nilai budaya yang diwariskan turun-temurun.

Pelestarian seni Lengger diharapkan terus berlanjut, khususnya melalui keterlibatan generasi muda. Dengan begitu, warisan budaya tidak hanya terjaga, tetapi juga tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

Melalui gerak yang diwariskan dari generasi ke generasi, masyarakat diingatkan bahwa menjaga budaya merupakan tanggung jawab bersama agar identitas lokal tetap lestari. (Dwinanda)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....