Indeks Massa Tubuh Tinggi Sebabkan Penurunan Volume Otak
- 07 Nov 2024 08:36 WIB
- Kupang
KBRN, Kupang: Studi neuroimaging terbaru di Tiongkok menunjukkan bahwa Indeks Massa Tubuh (IMT) yang tinggi dikaitkan dengan penurunan volume otak dan peningkatan kerusakan pada materi putih. Materi putih merupakan jaringan serabut saraf di otak yang berfungsi untuk menghubungkan berbagai wilayah otak dan memungkinkan pertukaran informasi dan komunikasi antara berbagai area di otak.
Melansir psypost, penelitian yang diterbitkan di Health Data Science, menemukan bahwa individu yang berusia di bawah 45 tahun dengan IMT yang tinggi memiliki volume otak yang mirip dengan orang yang berusia 12 tahun lebih tua, sehingga menyoroti potensi dampak obesitas terhadap kesehatan otak. Obesitas didefinisikan sebagai penumpukan lemak tubuh yang berlebihan, sehingga meningkatkan resiko berbagai masalah kesehatan, termasuk penyakit jantung, diabetes dan jenis kanker tertentu.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa lebih dari satu miliar orang di seluruh dunia dikategorikan sebagai obesitas. Prevalensi obesitas terus meningkat, baik di negara maju maupun negara berkembang, dan didorong oleh faktor-faktor konsumsi makanan padat energi yang lebih tinggi dan gaya hidup yang semakin tidak banyak bergerak.
IMT merupakan ukuran yang umum digunakan yang membantu menentukan obesitas dengan membagi berat badan seseorang dalam kilogram dengan kuadrat tinggi badannya (kg/m²). Jika IMT 30 atau lebih tinggi, menunjukkan obesitas, sedangkan 25 hingga 29,9 tergolong kelebihan berat badan.
Menurut penulis studi, Han Lv bersama rekan-rekannya, IMT yang tinggi berdampak buruk pada kesehatan otak dalam jangka panjang. Mereka juga melakukan studi neuroimaging ini untuk mengamati hubungan antara karakteristik struktural dan fungsional otak dan IMT.
Studi ini menganalisis struktur otak partisipan dalam kaitannya dengan IMT kumulatif mereka, dimana para peneliti membagi partisipan menjadi tiga kelompok berdasarkan IMT yaitu tinggi, sedang dan rendah. Hasilnya, para partisipan yang memiliki IMT tinggi cenderung memiliki volume otak yang lebih kecil dan volume cairan serebrospinal yang berkurang,dengan perbedaan volume otak rata-rata sekitar 8 hingga 9 milimeter jika dibandingkan dengan mereka yang mempunyai IMT rendah.
Selain itu, para peneliti juga melakukan analisis genetik yang disebut pengacakan Mendelian, yang membantu hubungan sebab akibat dengan menggunakan data genetik sebagai dasar untuk memeriksa efek IMT jangka panjang pada struktur otak. Analisis genetik menghubungkan IMT yang tinggi dengan perubahan otak tertentu, yang menunjukkan bahwa IMT dapat secara langsung mempengaruhi struktur otak, tidak hanya melalui faktor gaya hidup tetapi juga melalui hubungan biologis yang melekat.
IMT yang tinggi ini dikaitkan juga dengan kepadatan serat proyeksi otak, yang terlibat dalam komunikasi jarak jauh di dalam otak dan mengontrol fungsi motorik dan sensorik. Penelitian juga menyimpulkan, untuk orang dewasa dibawah 45 tahun harus menjaga IMT dibawah 26,2 kg/m2 untuk kesehatan otak yang lebih baik. (JR)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....