Festival Teut Apam Sambut Wisatawan Mancanegara di Sabang

  • 15 Jan 2025 16:58 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang : Tradisi Teut Apam, atau memasak kue apam secara besar-besaran, kembali digelar di Aceh bertepatan dengan bulan Rajab. Kali ini, Aceh Heritage Village (AHV) menyelenggarakan Festival Teut Apam pada Rabu (15/01/2025), bertepatan dengan kunjungan kapal pesiar Ms. Crystal Symphony di Kota Sabang.

Festival yang berlangsung di pelataran Rumoh Aceh di area Casanemo Aceh Heritage Village ini menampilkan berbagai atraksi budaya Aceh, seperti tarian tradisional, musik etnik, dan pembuatan kue apam. Wisatawan mancanegara yang berjumlah 19 orang disambut dengan prosesi pemulia jamee, atau penyambutan tamu kehormatan khas Aceh.

Manager Aceh Heritage Village, Iskandar Azzukruf, yang akrab disapa Abu, menjelaskan bahwa festival ini bertujuan untuk melestarikan tradisi khas Aceh serta memperkenalkan budaya lokal kepada wisatawan.

“Festival Teut Apam ini kita adakan di bulan Rajab, sekaligus sebagai agenda tahunan Aceh Heritage Village. Selain memperkenalkan budaya Aceh kepada wisatawan, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi warga,” ujar Abu kepada RRI Sabang, Rabu (15/01/2025).

Para tamu kapal pesiar Ms. Crystal Symphony turut menikmati berbagai suguhan khas Aceh, seperti kelapa muda segar, kue timpan, pulut panggang, dan tentunya kue apam. Mereka juga menyaksikan atraksi menarik seperti peh rapa’i dan tarian tradisional Ratoe Jaroe serta Tarek Pukat yang dibawakan oleh sanggar tari di bawah asuhan Tura.

Festival ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, termasuk Pj Wali Kota Sabang Andre Norman dan jajaran Forkopimda Kota Sabang, serta pejabat dari Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS).

Menurutnya, tradisi Teut Apam memiliki makna mendalam bagi masyarakat Aceh. Selain sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT, tradisi ini juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga. Kue apam yang terbuat dari tepung beras dan santan dimasak dengan cara dibakar menggunakan cetakan tanah liat di atas tungku, menciptakan aroma khas yang menggugah selera.

Abu berharap festival ini bisa terus dilestarikan dan menjadi daya tarik wisata budaya di Aceh, khususnya di Kota Sabang. “Harapannya, festival ini dapat menarik lebih banyak wisatawan ke Aceh sekaligus memperkenalkan tradisi yang sarat nilai budaya dan keagamaan,” tambahnya.

Kata Abu, dengan adanya Festival Teut Apam, diharapkan tradisi ini dapat terus dijaga sebagai warisan budaya yang memperkaya identitas masyarakat Aceh, sekaligus memperkuat posisi Aceh sebagai destinasi wisata budaya di Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....