Implementasi Nilai-Nilai Islam Rahmatan Lil'alamin di Era Modern
- 06 Okt 2026 05:24 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Selalu berusaha belajar untuk menjadi hamba yang lebih baik adalah salah satu bentuk ikhtiar terbaik untuk meningkatkan kembali betapa indahnya ajaran Islam yang penuh kasih sayang untuk siapapun dan apapun di alam semesta ini. Hal tersebut menjadi bahasan yang menarik dalam Dialog Mutiara Pagi Pro 1 RRI Purwokerto Minggu 04 Oktober 2026 bersama narasumber Ustaz Dr. Shofiyulloh, M.H.I. yang mengambil tema Islam Rahmatan Lil’alamin.
Menurut ustadz Shofi istilah Rahmatan lil alamin dalam Islam sebenarnya mengacu pada rahmat yang ada pada diri Nabi Muhammad SAW. Karena Nabi Muhammad membawa ajaran agama islam sehingga ajaran islam disebut membawa rahmat.
Makna dari rahmat lanjut Ustadz Shofi adalah lawan dari ghadhab, yang berarti marah atau benci dan atau emosi. Lawan dari sikap dari ghadhab itu adalah sifat penuh kasih sayang, perlindungan memberi manfaat dan kemaslahatan.
“Nabi Muhammad membawa rahmat, berarti pun ulama juga disebut sebagai pewaris yang membawa rahmatan lil alamin.” ungkap Ustaz Shofiyulloh.
Ia melanjutkan ulama adalah seseorang yang melihat umatnya dengan pandangan kasih sayang, lemah lembut, perlindungan, mengayomi dan memberikan kemanfaatan. Hal tersebut yang ada didalam sosok pewaris nabi yaitu para ulama. Sehingga posisi rahmat merupakan paradigma yang digunakan oleh umat muslim untuk membawa kemaslahatan di muka bumi. Rahmat tersebut dirasakan oleh seluruh alam semesta yang ada.
" Jadi nama Allah Ar-Rahman berarti Allah memberikan rahmatnya kepada seluruh alam dimuka bumi. Allah tidak membedakan ibadahan seseorang, baik atau buruknya orang, karena semuanya dihadapan Allah akan mendapatkan rahmat. Implementasi umat islam mengenai rahmat adalah dengan tidak memandang seseorang dari golongan manapun, " Ungkapnya.
Ia berharap melalui arti rahmat, sebagai umat islam harus belajar berbuat baik dan adil kepada mereka yang memiliki kenyakinan beda sekalipun. Sehingga pengalaman nama-nama Allah SWT tidak hanya dijadikan sekadar simbol umat islam saja, namun juga diimplementasikan dalam hidup. Salah satu implementasi dari rahmat adalah dengan meneladani Nabi Muhammad SAW.
Menjawab pertanyaan pendengar pendegar tentang bagaimana hukum orang islam yang mengutuk apakah ia tidak mensyukuri nikat dari Allah SWT? Ia mengatakan bersyukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT justru menjadi sifat utama yang harus diimplementasikan dalam kehidupan.
" jadi menunjukan kelebihan dan kehebatan dengan tujuan bersyukur kepada Allah atas pemberian nikmat lebih baik dibandingkan mencoba untuk tawadu. Tidak hanya mensyukuri hal-hal besar, hal terkecil sekalipun pantas untuk disyukuri " Pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....