PIAUD Didorong Bangun Literasi Kewargaan Global sejak Usia Dini

  • 03 Okt 2026 14:21 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) didorong tidak hanya memberikan fondasi keislaman, tetapi juga membangun kemampuan anak untuk memahami keberagaman dan berinteraksi dalam masyarakat yang semakin terhubung secara global. Gagasan tersebut disampaikan Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag., dalam Eurasia International Public Lecture Series gelaran ke-5 di UIN Saizu Purwokerto, Sabtu 3 Oktober 2026.

Dalam kegiatan yang mengangkat tema “Reconstructing the Disciplinary Framework of the Islamic Early Childhood Education (PIAUD) Study Program”, Prof. Fauzi menempatkan global citizenship literacy atau literasi kewargaan global sebagai salah satu bagian penting dalam rekonstruksi kurikulum PIAUD. Menurutnya, anak-anak saat ini tumbuh dalam lingkungan yang ditandai keberagaman budaya, bahasa, agama, serta interaksi sosial yang semakin luas.

" Karena itu kemampuan memahami dan menghargai perbedaan perlu mulai dibangun sejak pendidikan anak usia dini. Keempat dimensi tersebut merupakan elemen fundamental literasi kewargaan global dalam pendidikan anak usia dini, empat dimensi tersebut meliputi identity, yaitu mengenali diri dan menghargai keberagaman; empathy, memahami dan menghormati perbedaan; social responsibility, memiliki kepedulian terhadap orang lain dan lingkungan; serta collaboration, kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama dengan orang dari berbagai latar belakang."" kata Fauzi.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Prof. Fauzi menawarkan pendekatan multikultural dan transdisipliner dalam pengembangan kurikulum PIAUD. Pendekatan transdisipliner memungkinkan berbagai bidang keilmuan diintegrasikan melalui tema, persoalan, maupun konteks kehidupan nyata. Salah satu contoh yang diberikan adalah tema “My Friends and I: Learning through Diversity”, yang dapat mengintegrasikan nilai Islam, psikologi anak, perspektif sosiokultural, dan kewargaan global.

" Prinsip rahmatan lil ‘alamin menjadi salah satu landasan nilai dalam membangun pendidikan yang inklusif, adil, toleran, dan responsif terhadap keberagaman. Dengan pendekatan tersebut, pengembangan PIAUD diarahkan untuk tetap mempertahankan nilai-nilai Islam sebagai fondasi, sekaligus membekali calon pendidik dengan perspektif multikultural dan global," tegasnya.

Kurikulum juga diarahkan agar responsif terhadap konteks lokal, memiliki orientasi global, memperkuat pendidikan berbasis nilai, serta mengembangkan literasi global dan multikultural sejak usia dini. Melalui Eurasia International Public Lecture Series gelaran ke-5, pembahasan rekonstruksi keilmuan PIAUD diarahkan pada pengembangan pendidikan anak usia dini yang tetap berakar pada nilai-nilai Islam, sekaligus mampu merespons keberagaman, perubahan sosial, dan tantangan kehidupan global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....