Hari Batik Nasional Dongkrak Omzet Pedagang Batik di Purwokerto
- 03 Okt 2026 11:01 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto-Peringatan Hari Batik Nasional yang jatuh setiap 2 Oktober membawa berkah tersendiri bagi sejumlah pedagang batik di Purwokerto. Sejumlah toko batik mengalami peningkatan kunjungan, seiring kewajiban mengenakan batik di sejumlah sekolah dan instansi.
Salah satunya terlihat di toko batik milik Wulan, yang berada di Jalan Jenderal Soedirman Purwokerto. Sore kemarin, toko tersebut ramai didatangi pembeli yang berburu pakaian batik, terutama untuk keperluan anak-anak yang masih bersekolah.
Sebagian besar pembeli merupakan para ibu yang mencari batik untuk anak mereka yang duduk di bangku SMP hingga SMA. Nur, 40 tahun, warga Karangnanas, mengaku sengaja mencari pakaian batik untuk kedua anaknya setelah mendapat pemberitahuan dari sekolah. “Mendadak banget dikasih tahu sekolah. Untung masih buka tokonya,” ujar Nur.
Hal senada disampaikan Prasetyo, 55 tahun, warga Purwokerto. Ia mengatakan, anaknya yang masih duduk di bangku SMP diwajibkan mengenakan pakaian batik dalam rangka Hari Batik Nasional. “Ya nggak apa-apa sih setahun sekali. Sekaligus juga ini momen untuk mengenalkan budaya batik ke generasi muda,” ungkap Prasetyo.
Hari Batik Nasional diperingati setiap 2 Oktober untuk mengenang penetapan batik Indonesia sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi atau Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009.
Peringatan tersebut turut mendorong masyarakat dari berbagai kalangan, termasuk pelajar, pegawai dan masyarakat umum, untuk mengenakan batik.

Bagi Wulan, pemilik gerai batik di Jalan Jenderal Soedirman Purwokerto, meningkatnya permintaan menjelang dan saat Hari Batik Nasional menjadi peluang tersendiri untuk meningkatkan omzet penjualan.
Ia bahkan memperpanjang jam operasional tokonya karena masih banyak masyarakat yang datang untuk mencari batik. “Ya biasanya kita tutup jam tujuh malam. Tapi karena ini ada momen Hari Batik, kita buka lebih malam lagi,” jelas Wulan.
Ramainya pembeli di sejumlah toko batik pada momentum Hari Batik Nasional menunjukkan bahwa peringatan budaya tidak hanya menjadi sarana untuk mengenalkan batik kepada generasi muda, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha batik di daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....