Mengenal Istilah Flex, Tea, dan Crush: Jangan Sampai Salah Pakai!

  • 02 Okt 2026 09:45 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto – Pernah dengar teman bilang "Dia flexing mulu deh", "Spill the tea dong!", atau "Dia tuh crush gue"? Ketiga kata ini — Flex, Tea, & Crush — adalah slang Inggris yang jadi bahasa sehari-hari anak Gen Z dan Millenial di TikTok, Instagram, dan tongkrongan. Kedengarannya keren, tapi kalau salah pakai bisa malu-maluin.

Dalam program English Corner Pro 2 RRI Purwokerto edisi Rabu (30/9/2026), kali ini membahas “Flex, Tea & Crush: Learn It, Use It!” menghadirkan dua mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unsoed, Fakhman dan Salma, untuk membahas kosakata bahasa Inggris yang banyak digunakan dalam percakapan sehari-hari dan media sosial.

Pada segmen Word of the Day, Fakhman menjelaskan tiga kosakata yang menjadi pembahasan utama, yakni crush, flex, dan tea. Ia menerangkan bahwa kata crush dapat merujuk pada seseorang yang disukai atau dicintai, meskipun maknanya dapat berbeda sesuai konteks.

Sementara itu, Salma menjelaskan penggunaan kata flex yang dalam percakapan informal berarti memamerkan sesuatu. Ia memberikan contoh kalimat, “He is flexing his English certificate,” yang berarti seseorang sedang memamerkan sertifikat bahasa Inggrisnya.

Fakhman kemudian menjelaskan istilah tea yang tidak hanya berarti teh secara harfiah. Dalam bahasa percakapan, khususnya di media sosial, tea dapat digunakan untuk menyebut gosip atau informasi terbaru. Istilah tersebut kerap muncul dalam ungkapan “spill the tea”, yang digunakan ketika seseorang meminta informasi atau cerita terbaru.

Ketiga kosakata tersebut kemudian dipraktikkan melalui segmen English in Real Life. Fakhman dan Salma membuat percakapan sederhana yang menggunakan kata crush, flex, dan tea. Salah satu contoh percakapannya membahas seseorang yang memiliki crush di kelas, kemudian menggunakan flex untuk menceritakan aksi memamerkan jam tangan baru.

Selain kosakata, program juga mengajak pendengar memahami present continuous tense. Fakhman menjelaskan pola dasar yang digunakan untuk menyatakan aktivitas yang sedang berlangsung, yaitu subject + to be + verb-ing + object. Dalam sentence challenge, pendengar juga diajak membuat kalimat menggunakan pola tersebut, seperti “I am drinking coffee” dan “I am learning new slang.”

Menurut Fakhman, praktik secara langsung menjadi bagian penting dalam proses belajar bahasa Inggris. Ia memberikan dorongan kepada pendengar yang masih merasa kesulitan atau kurang percaya diri agar tidak berhenti belajar. “Kalau misalkan kamu lagi struggle belajar bahasa Inggris, do it. Lanjutin aja enggak apa-apa. Karena kalau misalkan kita pengin belajar sesuatu kan perlu proses dan tahap,” ujar Fakhman.

Salma juga mengajak pendengar untuk terus mengikuti program English Corner RRI Purwokerto sebagai ruang belajar bahasa Inggris yang menyenangkan dan praktis. “Don't forget to stay tuned on English Corner RRI Purwokerto, to have more fun and practical English,” kata Salma.

Program English Corner Pro 2 RRI Purwokerto disiarkan setiap Rabu sore dan menghadirkan sejumlah segmen pembelajaran, mulai dari Word of the Day, English in Real Life, Sentence Challenge, hingga Song of the Day. Pendengar juga dapat menyaksikan kembali siaran melalui kanal YouTube RRI Purwokerto. (Dwi Anis)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....