BNNK Purbalingga Temukan 107 Pelajar Terpapar Narkoba lewat Program Screening
- 18 Mei 2026 12:02 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purbalingga-Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Purbalingga meningkatkan langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar melalui program Screening Intervensi Lapangan (SIL). Hingga Mei 2026, program tersebut berhasil menjangkau dan mengidentifikasi 107 pelajar pengguna narkoba di tiga sekolah. Kepala BNNK Purbalingga, H. Nasrudin, S.Ag., M.MPd.I., mengatakan pendekatan screening dilakukan secara persuasif dan mengedepankan rehabilitasi dibanding hukuman pidana.
“Kami melakukan upaya penyelamatan sejak dini agar anak-anak tidak semakin terjerumus,” ujarnya dalam dialog interaktif bersama RRI Purwokerto.
Nasrudin menjelaskan, metode SIL dilakukan melalui wawancara dan observasi langsung, laporan diri, tes urin, hingga pemetaan tingkat risiko ketergantungan pengguna. Screening difokuskan pada kawasan rawan seperti lingkungan pemukiman, tempat kerja, institusi pendidikan, hingga area pekerja serabutan. Menurutnya, institusi pendidikan menjadi perhatian khusus karena remaja rentan terpengaruh lingkungan pergaulan.
Selain SIL, BNNK Purbalingga menjalankan program “Ananda Bersinar” atau Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak. Program tersebut melibatkan guru BK dan orang tua dalam mendeteksi serta menangani pelajar yang mulai terpapar narkoba.
Nasrudin menegaskan, orang tua dari anak di bawah umur yang mengalami kecanduan wajib melapor ke Instansi Penerima Wajib Lapor (IPWL), salah satunya Klinik Pratama BNNK Purbalingga. Untuk mendapatkan layanan rehabilitasi, keluarga cukup datang langsung ke kantor BNN dengan membawa dokumen administrasi seperti KTP dan pas foto.
Tim medis kemudian melakukan asesmen guna menentukan kategori kecanduan pengguna. Pengguna kategori ringan akan menjalani rawat jalan, sedangkan kategori sedang hingga berat dapat direkomendasikan menjalani rawat inap di balai rehabilitasi.
“Seluruh biaya rehabilitasi medis dan sosial ditanggung negara. Yang menjadi tanggung jawab keluarga hanya biaya transportasi dan pendampingan,” katanya.
Ia menambahkan, dalam psikologi adiksi tidak dikenal istilah sembuh total karena potensi kambuh tetap ada. Karena itu, dukungan keluarga dan lingkungan menjadi faktor penting dalam proses pemulihan jangka panjang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....