Mengapa Sulit Berhenti Scrolling Medos? Ini Penjelasan dan Cara Menguranginya

  • 16 Sep 2026 21:18 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Pernah berniat membuka media sosial hanya beberapa menit, tetapi tanpa sadar menghabiskan waktu hingga berjam-jam? Kebiasaan terus menggulir atau scrolling media sosial ternyata tidak selalu berkaitan dengan kurangnya disiplin. Ada sejumlah faktor psikologis yang membuat seseorang sulit menghentikan kebiasaan tersebut.

Dikutip dari laman resmi Daya.id, salah satu penyebabnya adalah otak menyukai sesuatu yang menyenangkan sekaligus tidak terduga. Saat membuka media sosial, pengguna tidak mengetahui konten apa yang akan muncul berikutnya. Kondisi tersebut membuat otak terus memiliki harapan menemukan konten yang lebih menarik, sehingga muncul dorongan untuk terus melakukan scrolling.

Kebiasaan tersebut juga dapat menjadi cara seseorang mengalihkan perhatian dari hal-hal yang tidak nyaman. Rasa bosan, cemas, lelah, kesepian, hingga tekanan pekerjaan atau tugas dapat mendorong seseorang mencari distraksi melalui media sosial.

Untuk sementara, perhatian memang dapat teralihkan. Namun, persoalan yang sebelumnya dihadapi tidak serta-merta hilang. Setelah berhenti menggunakan media sosial, tugas atau persoalan yang tertunda tetap harus diselesaikan.

Daya.id juga menjelaskan, berbagai fitur pada platform digital turut membuat pengguna bertahan lebih lama. Infinite scroll, pemutaran video otomatis, dan rekomendasi konten berdasarkan minat pengguna membuat seseorang dapat terus melihat konten berikutnya tanpa banyak pertimbangan.

Semakin lama aplikasi digunakan, algoritma dapat semakin menyesuaikan konten dengan perhatian dan minat pengguna. Kondisi ini membuat konten yang ditampilkan terasa semakin relevan sehingga lebih sulit ditinggalkan.

Selain itu, terlalu banyak menerima informasi tanpa jeda dapat membuat otak mengalami information overload. Ketika informasi berupa gambar, suara, teks, dan berbagai rangsangan diterima secara terus-menerus, kemampuan otak untuk memproses informasi secara efektif dapat menurun.

Ironisnya, ketika otak semakin lelah, seseorang justru dapat semakin kesulitan mengambil keputusan, termasuk keputusan untuk berhenti scrolling. Bahkan, seseorang bisa terus menggulir layar meski sudah tidak benar-benar menikmati konten yang dilihat.

Untuk mengurangi kebiasaan tersebut, Daya.id menyarankan penggunaan media sosial secara lebih sadar atau mindful. Pengguna dapat menentukan tujuan sebelum membuka aplikasi, menetapkan batas waktu penggunaan, serta mengenali kondisi yang biasanya memicu keinginan untuk scrolling.

Memberikan jeda sebelum menggulir ke konten berikutnya juga dapat dilakukan dengan bertanya kepada diri sendiri apakah konten tersebut masih dinikmati atau sekadar dilihat karena sudah menjadi kebiasaan. Mengisi waktu dengan aktivitas lain seperti berjalan kaki, membaca, berbincang dengan orang terdekat, atau melakukan peregangan juga dapat menjadi alternatif. Selain itu, menciptakan waktu atau ruang bebas gawai dan melakukan digital detox secara berkala dapat membantu membangun kebiasaan menggunakan teknologi secara lebih sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....