Dilema Makan Anak Kos: Trik Bertahan Hidup saat Uang Bulanan Menipis

  • 09 Sep 2026 08:54 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto – Memasuki pertengahan bulan atau momen akhir bulan, mahasiswa yang tinggal di kos sering kali harus memutar otak untuk mengelola keuangan. Dilema antara memasak sendiri atau membeli makanan siap saji di luar menjadi tantangan harian, terutama saat pengeluaran bulanan mulai menipis.

Sejumlah mahasiswa di kawasan Purwokerto membagikan cerita dan strategi mereka dalam mengatur anggaran makan harian agar tetap hemat tanpa harus mengorbankan kebutuhan gizi.

Pinandita, mahasiswa asal Ciamis, mengaku lebih sering membeli makanan di luar karena padatnya jadwal kegiatan kuliah. Namun, memasak sendiri tetap menjadi pilihan saat budget mulai tertekan atau saat merindukan masakan tertentu.

"Kalau makan di luar terus bisa habis Rp50.000 sampai Rp70.000 sehari. Tapi kalau diselang-seling masak di kos, Rp30.000 saja sudah cukup," ujar Pinandita.

Untuk menghemat waktu dan tenaga, Pinandita menerapkan trik silang membeli lauk utama seperti ayam goreng di luar, namun memasak nasi dan lauk pendamping di kamar kos. Ia juga memanfaatkan bumbu instan praktis hingga menyetok lauk kering olahan orang tua yang tahan lama.

"Kalau akhir bulan dan sisa uang tinggal Rp10.000, biasanya beli jagung, kentang, atau wortel. Jagung bisa dibikin bakwan untuk dua kali makan, terus kentang dimasak kari bumbu blok yang dihemat-hemat potongannya. Jadi tetap bisa makan enak dan kenyang," tambahnya.

Senada dengan Pinandita, Izza, mahasiswa asal Banjarnegara, justru memilih untuk konsisten memasak sendiri sejak awal. Menurutnya, memasak sendiri jauh lebih efisien untuk menekan pengeluaran belanja harian.

"Lebih sering masak sendiri karena kalau dihitung-hitung hemat banget. Budget makan di luar untuk satu kali makan, kalau dipakai masak sendiri bisa buat dua sampai tiga hari," Ungkap Izza.

Izza menceritakan bahwa untuk sekali belanja bahan makanan pokok seperti telur, tempe, dan sayuran, ia hanya mengeluarkan sekitar Rp30.000 yang bisa diolah untuk kebutuhan empat hari. Dengan begitu, rata-rata pengeluaran makannya hanya sekitar Rp10.000 per hari.

"Strateginya kalau uang bulanan mulai menipis ya tinggal kurang-kurangin jajan di luar. Bikin menu yang simpel saja seperti tumis sayur, telur goreng, atau telur rebus," Ungkap Izza.

Gaya hidup hemat dengan memadukan kreativitas memasak di kos, menyetok bumbu instan, hingga memprioritaskan bahan makanan ekonomis terbukti menjadi kunci utama bagi para mahasiswa untuk bertahan di perantauan hingga akhir bulan. (Fahira Dinda)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....