Kenali Shadow, Sisi Diri yang Kerap Disembunyikan
- 05 Sep 2026 21:13 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Mengenali sisi diri yang selama ini disembunyikan atau tidak ingin ditampilkan dinilai penting agar seseorang dapat memahami dirinya secara utuh. Sisi tersebut dalam psikologi dikenal dengan istilah shadow, yang tidak selalu berkaitan dengan sifat buruk atau negatif.
Hal itu disampaikan oleh Dosen Fakultas Psikologi UMP, Nia Anggri Noveni, S.PSi., M.A, dalam Curhatnya Pro 2, Selasa pekan lalu. Ia menjelaskan konsep shadow diperkenalkan oleh psikolog Carl Gustav Jung sebagai bagian dari diri yang tidak disadari, diabaikan, atau sengaja tidak ditampilkan kepada orang lain.
Menurutnya, seseorang pada dasarnya tidak selalu mengenali dirinya secara keseluruhan. Perilaku yang ditampilkan kepada keluarga, teman, maupun masyarakat dapat menjadi bagian dari persona atau “topeng” yang digunakan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan.
“Shadow ini bukan sesuatu yang buruk, bukan sesuatu yang negatif, bukan sesuatu yang jahat, tetapi kadang-kadang dianggap demikian. Itu jadi sisi diri yang tidak ingin ditunjukkan,” jelasnya.
Ia mengatakan, munculnya shadow dapat dipengaruhi pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan, luka, maupun doktrin dan ekspektasi sosial. Seseorang yang sejak kecil dituntut untuk selalu menjadi anak baik, misalnya, dapat belajar menyembunyikan kemarahan, keegoisan, atau keinginan yang dianggap tidak sesuai dengan citra “anak baik”.
Kondisi serupa juga dapat terjadi pada seseorang yang sejak kecil didoktrin harus selalu kuat. Ketika merasa lelah, lemah, atau membutuhkan bantuan, perasaan tersebut justru ditekan karena dianggap tidak sesuai dengan tuntutan lingkungan.
Nia menambahkan, shadow tidak selalu berupa sisi negatif. Keinginan untuk bertanya, rasa ingin tahu, keberanian, maupun kompetensi tertentu juga dapat menjadi bagian dari shadow apabila selama ini seseorang takut menunjukkannya karena khawatir mendapat penolakan.
Menurutnya, seseorang dapat mulai mengenali shadow melalui refleksi diri. Pemicu dari lingkungan juga dapat membantu seseorang menyadari adanya reaksi tertentu yang berlebihan atau sisi diri yang selama ini ditekan.
Ia menekankan, proses mengenali shadow tidak berarti seseorang harus menunjukkan seluruh sisi dirinya kepada semua orang. Hal yang lebih penting adalah menyadari keberadaan sisi tersebut, memahami penyebabnya, serta menentukan apakah sisi itu dapat dikembangkan secara positif dalam kehidupan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....