Kunci Mahasiswa Baru Beradaptasi dan Berprestasi di Kampus

  • 21 Agt 2026 15:31 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto – Memasuki dunia perkuliahan, mahasiswa baru dihadapkan pada lingkungan belajar yang berbeda dari masa sekolah. Kemampuan beradaptasi, membangun lingkungan pertemanan yang positif, serta mengatur waktu dan strategi belajar menjadi bekal penting untuk menunjang prestasi akademik sejak semester pertama.

Hal tersebut disampaikan Muhammad Yusuf Habibi, mahasiswa HMI Hukum UNSOED dalam program Sore Ceria - Academic Forum Pro 2 RRI Purwokerto, Kamis (20/8/2026). Menurutnya, semester pertama menjadi momentum penting untuk membangun fondasi akademik karena mata kuliah yang diberikan masih cenderung bersifat dasar. Ia menilai kondisi tersebut dapat dimanfaatkan mahasiswa baru untuk mengumpulkan nilai secara maksimal.

Habibi mendorong mahasiswa baru untuk berani aktif selama perkuliahan. Keaktifan tidak selalu berarti harus pandai berbicara di depan umum, tetapi berani bertanya dan terlibat dalam diskusi.

"Jadi penting banget buat teman-teman semua setidaknya punya keberanian, jangan pasif dalam kelas. Enggak harus pintar public speaking. Pintar public speaking itu poin ke berapa lah. Yang penting berani dulu gitu. Berani bertanya, berdiskusi, agar terlihat keaktifannya," ujarnya.

Selain aktif di kelas, mahasiswa juga perlu memiliki target IP setiap semester. Menurut Habibi, persiapan akademik dapat dilakukan dengan membaca materi atau buku referensi sebelum perkuliahan sehingga mahasiswa memiliki pemahaman awal saat mengikuti kelas.

Ia juga menyarankan mahasiswa membangun lingkungan pertemanan yang mendukung semangat belajar, tidak ragu meminta catatan atau materi kepada teman dan kaka tingkat, serta memanfaatkan referensi soal ujian tahun sebelumnya sebagai bahan persiapan.

Kebiasaan sederhana seperti memilih tempat duduk di deretan depan juga dinilai dapat membantu meningkatkan fokus selama perkuliahan. Di sisi lain, mahasiswa tetap perlu membagi waktu antara belajar, berorganisasi, dan bersosialisasi dengan menerapkan skala prioritas.

Menurut Habibi, mahasiswa tidak perlu mengikuti semua kegiatan kampus hanya karena kegiatan tersebut dinilai positif. Pilihan aktivitas sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan masing-masing.

"Tidak semua kegiatan yang baik itu bermanfaat untuk kita. Ya itu kegiatan baik. Tapi kalau dirasa enggak berdampak buat kita, kayaknya enggak perlu diambil juga gitu loh. Karena kegiatan di kampus itu banyak banget berbagai ber macam kegiatan. Tapi pilihlah sesuatu yang benar-benar bermanfaat buat kita," katanya.

Habibi menekankan, perjalanan meraih prestasi akademik membutuhkan konsistensi dan keberanian menghadapi rasa lelah maupun cemas. Mahasiswa perlu bertanggung jawab atas target yang ingin dicapai dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.

"Yang namanya kita sedang berjuang, rasa capek, rasa cemas, rasa takut, itu akan selalu menghantui diri kita. Tapi tinggal pilihannya bagaimana kita akan ya udah diam aja atau kita terus melangkah ke depan," ujarnya.

Ia mengingatkan mahasiswa baru agar tidak hanya memiliki target, tetapi juga berani memperjuangkannya sejak awal perkuliahan.

"Perjuangkan apa yang kalian pengin perjuangkan. Lakukan apa yang pengin lakukan karena pada akhirnya jangan sampai kalian menyesal," pungkasnya. (Fauziyah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....