KPU Banyumas Gencarkan Pendidikan Pemilih jelang Pemilu 2029

  • 20 Agt 2026 16:16 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID. PURWOKERTO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas terus menggencarkan pendidikan pemilih meski tahapan Pemilu 2029 belum dimulai. Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari kerja kepemiluan non-tahapan sekaligus mempersiapkan generasi muda agar memiliki pengetahuan dan kesadaran politik sejak dini.

Ketua KPU Kabupaten Banyumas, Rofingatun Khasanah, S.H., mengatakan pendidikan pemilih berkelanjutan menyasar Generasi Z dan Generasi Alpha yang diproyeksikan menjadi pemilih pemula pada Pemilu 2029. KPU menggandeng berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, sekolah, organisasi masyarakat, serta memanfaatkan kegiatan Pemilos dan kunjungan edukatif ke kantor KPU.

“Tujuannya adalah sosialisasi atau pendidikan pemilih untuk generasi Gen Z dan Gen Alpha yang di Pemilu 2029 nanti sudah menjadi pemilih pemula,” ujarnya.

Sementara itu, Pengamat Politik Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Ahmad Sabik, S.I.P., M.A., menilai pendidikan pemilih tidak dapat dilakukan secara instan menjelang pemilu. Menurutnya, demokrasi harus dipahami sebagai proses yang berlangsung terus-menerus sehingga masyarakat memiliki waktu untuk mengenali calon, memahami isu, dan menentukan pilihan secara rasional. “Berdemokrasi itu tidak bisa instan. Pendidikan pemilih harus dilakukan sepanjang waktu untuk membentuk warga negara yang cerdas,” katanya.

Sabik menjelaskan, karakter pemilih muda saat ini cenderung lebih berbasis isu, seperti lapangan kerja, lingkungan, hunian layak, dan komitmen terhadap pemberantasan korupsi. Namun, pemilih muda juga menghadapi tantangan berupa pencitraan politik dan informasi di media sosial yang dapat memengaruhi penilaian. Karena itu, pendidikan pemilih perlu diperkuat dengan literasi digital agar masyarakat mampu memilah informasi dan tidak terjebak confirmation bias.

“Pendidikan pemilih tidak cukup hanya teknis kepemiluan konvensional, tetapi juga harus menyasar literasi digital dengan prinsip saring sebelum sharing,” ujarnya.

KPU Banyumas mencatat partisipasi masyarakat pada Pemilu 2024 mencapai sekitar 82 persen, melampaui target nasional 81 persen. Meski demikian, masih terdapat sejumlah catatan, salah satunya sekitar 11 ribu siswa SMA yang belum melakukan perekaman KTP elektronik. Rofingatun mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Dindukcapil, serta memanfaatkan media sosial, simulasi pemilihan, permainan kepemiluan, dan konten berbasis teknologi untuk memperluas pendidikan pemilih menuju Pemilu 2029.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....