Janji adalah Hutang, Wajib Ditunaikan dan Dipertanggungjawabkan
- 19 Agt 2026 07:50 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID., Purwokerto - Menepati janji merupakan bagian penting dari akhlak seorang muslim karena setiap janji memiliki konsekuensi dan akan dimintai pertanggungjawaban. Hal tersebut disampaikan Ustaz Drs. Daliman, M.Pd., dalam dialog interaktif Mutiara Pagi RRI Purwokerto, Selasa 18 Agustus 2026 , dengan tema “Janji Adalah Hutang dan Wajib untuk Dibayar”. Ia mengingatkan pesan Al-Qur’an dalam Surah Al-Ma’idah ayat 1 dan Al-Isra ayat 34 agar orang beriman memenuhi janji yang telah dibuat.
Menurut Ustaz Daliman, janji dapat dibedakan menjadi tiga, yakni janji kepada Allah SWT, janji kepada sesama manusia, dan janji kepada diri sendiri. Janji kepada sesama dapat berupa perjanjian kerja, transaksi, maupun akad pernikahan, sedangkan janji kepada diri sendiri dapat berupa tekad memperbaiki diri, meningkatkan ibadah atau bekerja lebih sungguh-sungguh. Ia menegaskan, mengingkari janji dapat menghilangkan kepercayaan dan merusak hubungan sosial.
Dalam persoalan hutang, Ustaz Daliman menegaskan bahwa hutang harus selalu diingat dan dibayar ketika telah mampu. Menunda pembayaran tanpa alasan yang dibenarkan dan tanpa persetujuan pemberi hutang merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab. Sebaliknya, jika benar-benar tidak mampu, pihak yang berhutang harus menyampaikan kondisi tersebut secara jujur dan meminta penangguhan.
“Hutang itu memang harus selalu diingat dan dibayar. Ketika teringat, maka wajib hukumnya untuk segera mengembalikan hutang tersebut,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan, apabila seseorang meninggal dunia dalam keadaan memiliki hutang, pelunasannya didahulukan dari harta peninggalan sebelum dibagikan kepada ahli waris. Jika pemberi hutang mengikhlaskan atau membebaskan hutang tersebut, maka tanggungan almarhum gugur. Sementara bagi orang yang mengalami kesulitan membayar, terdapat sejumlah jalan keluar, antara lain meminta kelonggaran waktu, mencari bantuan lembaga amil zakat bagi golongan gharimin, serta terus berusaha memenuhi kewajibannya.
Ustaz Daliman mengajak masyarakat membangun budaya menepati janji dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, perkataan seorang muslim harus dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan.
“Perkataan seorang muslim harus bisa dipegang,” ujarnya.
Karena itu, sebelum mengucapkan janji, seseorang perlu mempertimbangkan kemampuan untuk menunaikannya, dan jika menghadapi halangan, harus segera berkomunikasi secara jujur agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik maupun hilangnya kepercayaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....