Niat dan Adab Berhutang: Biar Utang Jadi Ibadah, Bukan Beban Dunia Akhirat
- 22 Jun 2026 11:27 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Utang merupakan kewajiban membayar kembali apa yang sudah dipinjam. Ketika berutang tapi tidak dengan niat dan adab yang baik, hal ini menjadi celah bagi sifat buruk untuk melekat pada diri kita.
KH. Mintaraga Eman Surya, Lc., M,A. dalam dialog Mutiara Pagi Pro 1 RRI Purwokerto masih membahas tema “Niate Apik, Adabe Bener Inysa Allah Cair lan Berkah Utange 5”.
“Utang bukan hanya persoalan yang ditanggung di dunia, melainkan juga di akhirat. Saat di dunia, bisa saja kita menghilang, tetapi tidak dengan di akhirat. Semuanya harus dipertanggungjawabkan,” kata Ustaz Mintaraga.
Sebagai kewajiban yang harus dibayar, maka ketika hal itu tidak terjadi, orang yang berutang merupakan orang yang zalim. “Ya hutang ini menzalimi orang lain dan menzalimi Allah. Ya karena melanggar perintah Allah,” lanjutnya.
Kemudian, mengenai adab orang yang berutang, dalam hal ini ada 8 adab, yaitu mencatat utang, melunasi dengan cara yang baik, niat baik dan niat akan melunasinya, berutang kepada orang baik, berutang bukan untuk foya-foya, segera lunasi ketika sudah ada, menginformasikan kalau sudah jatuh tempo tetapi masih belum bisa membayar, serta berdoa kepada Allah ketika benar-benar tidak dapat melunasi utang tersebut.
"Utang seharusnya digunakan dengan sebaik-baiknya. Ketika sudah ada uang untuk membayar, maka segera bayarkan. Namun, kalau memang belum ada, maka beritahukan kepada orang yang kita utangi secara baik-baik pula," kata Ustaz Mintaraga.
KH. Mintaraga Eman juga menyampaikan doa yang diajarkan Rasulullah SAW kepada Ali ketika janji untuk melunasi utang tidak dapat dipenuhi. Doa tersebut ialah, “Ya Allah, cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkan aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku atau buatlah diriku kaya dengan keutamaanmu, dengan karuniamu, dan dari bergantung kepada selainmu,” ungkapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....