Rayakan HUT RI ke-81, Masyarakat Diingatkan Hindari Kesalahan dan Kerusakan

  • 13 Agt 2026 16:20 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk melakukan refleksi dan memperkuat nilai moral dalam kehidupan bermasyarakat.

Hal tersebut disampaikan Ustaz Drs. KH. Achmad Kifni dalam dialog Mutiara Pagi Pro 1 RRI Purwokerto, yang membahas tema “Merayakan HUT RI 81 dengan Tidak Berbuat Kesalahan dan Kerusakan”, Kamis (13/8/2026).

Menurutnya, kemerdekaan harus diisi dengan tindakan yang memberikan manfaat bagi bangsa dan tidak merusak tatanan kehidupan.

“Janganlah kita berbuat salah dan merusak negara yang sudah berdaulat. Seperti kita digambarkan, janganlah merusak kain yang sudah ditenun rapi,” ujar Ustaz Kifni.

Beliau menyampaikan terdapat 7 hal yang perlu dihindari masyarakat dalam memperingati HUT RI ke-81. Pertama, masyarakat diingatkan agar tidak tertipu daya oleh penjajahan dalam bentuk modern, seperti dalam bentuk ekonomi, budaya maupun nilai-nilai.

Kedua, peringatan kemerdekaan diharapkan diharapkan untuk semakin mendekatkan masyarakat kepada Allah SWT. Menurutnya, kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari perjuangan para pahlawan serta rahmat Allah Yang Maha Kuasa.

“Jadi kita jangan semakin jauh dari Allah. Dengan memperingati HUT RI ke-81, semakin mendekat karena ini rahmat Allah atas perjuangan para pahlawan pendahulu kita,” katanya.

Ketiga, pembangunan Indonesia tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Pembangunan infrastruktur harus diimbangi dengan pembangunan rohani, mental, dan karakter manusia. Ia juga mengingatkan agar pembangunan tidak mengorbankan lingkungan.

Keempat, masyarakat diminta menghindari tindakan zalim atau menganiaya pihak lain. Setiap orang memiliki hak dan kewajiban yang harus dihormati agar kehidupan sosial tetap berjalan secara adil. Kelima, persatuan dan kesatuan bangsa harus terus dijaga.

“Perbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk memecah belah masyarakat, pentingnya mengutamakan kepentingan bersama dibandingkan kepentingan pribadi,” ucap Ustaz Kifni.

Keenam, masyarakat diingatkan untuk tidak menolak saran maupun nasihat. Kritik dan masukan sebaiknya diterima dengan sikap terbuka serta disampaikan dengan cara yang baik dan terkendali.

Ketujuh, masyarakat tidak boleh bersikap masa bodoh terhadap kondisi bangsa. Setiap warga negara memiliki peran dan tanggung jawab untuk memberikan kontribusi bagi Indonesia.

“Jangan masa bodoh. Andil! Kita ini jadi apa, berbuat apa untuk Indonesia?” tegasnya.

Dalam dialog tersebut, juga menyoroti pelaksanaan berbagai perlombaan dan kegiatan dalam rangka HUT RI. Ia mengingatkan agar kegiatan perayaan tidak mengandung unsur perjudian maupun kecurangan. Menurutnya, lomba atau kegiatan yang mengarah pada praktik untung-untungan dan berpotensi merugikan peserta justru dapat bertentangan dengan semangat kemerdekaan.

“Segala macam bentuk kecurangan itu tidak memberkahi. Oleh karena itu, janganlah menyelenggarakan acara yang mendidik benih-benih perjudian,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan pentingnya membangun jiwa dan karakter mulai dari lingkungan keluarga. Pendidikan tersebut, kata dia, perlu didasarkan pada hubungan manusia dengan Allah serta hubungan dengan sesama manusia.

Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk tetap loyal sebagai warga negara sekaligus kritis terhadap kebijakan maupun tindakan pemimpin. Kritik, menurutnya, harus disampaikan dengan cara yang bijaksana dan tidak menimbulkan kerusakan. (Safira)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....