Merdeka Dimulai dari Jauh dari Narkoba

  • 12 Agt 2026 20:19 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto-Semangat kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi juga kemampuan masyarakat menjaga diri dari berbagai ancaman yang dapat merusak masa depan, salah satunya penyalahgunaan narkoba. Karena itu, membangun kesadaran dan ketahanan diri menjadi bagian penting untuk mewujudkan masyarakat yang benar-benar merdeka tanpa narkoba.

Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam dialog SANKSI Pro1 RRI Purwokerto bertema Merdeka Tanpa Narkoba, Rabu (12/8/2026), yang menghadirkan Dr. H. Nasrudin, S.Ag, M.M.Pd sebagai narasumber. Dalam dialog tersebut, membahas pentingnya membangun kesadaran masyarakat agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika yang dapat berdampak panjang terhadap kehidupan individu, keluarga, dan lingkungan.

Dr. H. Nasrudin menekankan, pencegahan penyalahgunaan narkoba harus dibangun melalui kesadaran dari dalam diri dan tidak hanya mengandalkan penindakan ketika seseorang sudah terlibat. “Merdeka itu juga berarti kita mampu membebaskan diri dari ketergantungan dan dari perilaku yang bisa merusak masa depan, termasuk menjauhkan diri dari narkoba,” demikian pokok pesan Nasrudin dalam dialog tersebut.

Menurutnya, generasi muda menjadi kelompok yang perlu mendapatkan perhatian serius dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. “Anak-anak dan generasi muda harus dibekali dengan pengetahuan, lingkungan yang baik, serta kegiatan positif agar mereka mempunyai pilihan yang sehat dalam menentukan masa depannya,” ujarnya dalam substansi pembahasan.

Nasrudin juga menyoroti pentingnya peran keluarga sebagai lingkungan pertama dalam membentuk karakter dan pola perilaku anak. Komunikasi yang terbuka, perhatian orang tua, serta kemampuan keluarga mengenali perubahan perilaku menjadi bagian penting dalam membangun perlindungan dari berbagai pengaruh negatif.

“Pencegahan harus dimulai dari lingkungan terdekat, karena keluarga mempunyai posisi yang sangat strategis dalam memberikan pemahaman, pengawasan, sekaligus keteladanan kepada anak,” demikian inti pernyataan Nasrudin. Menurutnya, keluarga yang mampu membangun komunikasi dengan baik akan lebih mudah menciptakan ruang aman bagi anak untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi.

Selain keluarga, lingkungan pendidikan dan masyarakat juga memiliki peran dalam membangun budaya hidup sehat tanpa narkoba. Sekolah, organisasi kepemudaan, komunitas, dan berbagai lembaga sosial dapat menjadi ruang yang mendorong generasi muda menyalurkan energi dan kreativitas melalui aktivitas yang produktif.

Nasrudin menilai, pendekatan pencegahan akan semakin kuat ketika masyarakat tidak hanya berbicara mengenai bahaya narkoba, tetapi juga memberikan alternatif kegiatan yang membuat generasi muda merasa dihargai, dibutuhkan, dan memiliki masa depan. “Jangan hanya mengatakan jangan menggunakan narkoba, tetapi berikan ruang bagi anak muda untuk berkarya, berprestasi, dan tumbuh dalam lingkungan yang sehat,” demikian pesan yang mengemuka dalam dialog.

Momentum peringatan kemerdekaan dinilai menjadi saat yang tepat untuk memperkuat gerakan bersama membangun lingkungan yang bebas narkoba. Masyarakat diharapkan tidak berhenti pada kampanye dan slogan, tetapi menjadikannya sebagai komitmen yang diwujudkan melalui perilaku sehari-hari.

Dengan ketahanan diri, dukungan keluarga, lingkungan yang sehat, dan kepedulian masyarakat, semangat kemerdekaan dapat diwujudkan dalam bentuk yang lebih nyata. Merdeka tanpa narkoba bukan hanya slogan, tetapi menjadi pilihan hidup untuk menjaga kesehatan, masa depan, dan kualitas generasi bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....