Toleransi Jadi Jembatan, Beda Agama Tak Jadi Penghalang Pertemanan
- 12 Agt 2026 20:25 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Perbedaan agama dan keyakinan tidak semestinya menjadi penghalang bagi masyarakat untuk berteman dan membangun relasi. Sikap saling menghormati dan menghargai dinilai menjadi kunci untuk menciptakan kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman.
Debby Cristian, S.Th, selaku Penyuluh Kristen Kementerian Agama Banyumas, mengatakan rasa khawatir untuk berteman dengan orang yang berbeda agama merupakan hal yang wajar. Namun, perasaan tersebut sebaiknya tidak menjadi alasan untuk membatasi pergaulan.
Menurutnya, setiap orang bebas berteman dengan siapa pun tanpa memandang perbedaan agama, selama mampu membawa diri serta menghormati dan menghargai keyakinan orang lain. Debby menilai keberagaman agama, suku, budaya, dan bahasa yang dimiliki Indonesia justru menjadi kekuatan.
"Bergaul, berteman sama siapa aja bebas, teman-teman ya. Tanpa memandang perbedaan agama. Yang penting teman berdua itu bisa membawa diri, bisa menghormati, bisa menghargai perbedaan," katanya dalam Dialog SPADA Pro 2 RRI Purwokerto, Selasa (11/8/26)
Perbedaan seharusnya dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk belajar berjalan bersama tanpa harus menyeragamkan keyakinan. Ia juga mengingatkan, setiap orang tetap dapat menjalankan ibadah sesuai agama dan keyakinannya masing-masing, termasuk ketika berada di lingkungan dengan mayoritas pemeluk agama berbeda.
Namun, pelaksanaan ibadah perlu dilakukan dengan tenang dan tetap memperhatikan lingkungan sekitar. Menjalankan keyakinan secara damai berarti tidak menjadikan aktivitas keagamaan sebagai sarana mencari perhatian ataupun mengganggu orang lain.
Dalam konteks pertemanan, Debby juga menyarankan agar seseorang menolak ajakan mengikuti kegiatan keagamaan yang berbeda dengan keyakinannya secara sopan dan jujur. Penolakan tersebut tidak perlu disampaikan dengan nada defensif atau dengan menganggap keyakinan sendiri lebih benar.
Ia menyebut toleransi bukan berarti mencampuradukkan ajaran agama, melainkan memberikan ruang bagi setiap orang untuk menjalankan keyakinannya sekaligus tetap membangun hubungan sosial. Dengan menjadikan toleransi sebagai jembatan, masyarakat diharapkan dapat tetap bekerja sama dan membangun relasi meskipun memiliki keyakinan yang berbeda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....