Kebencian Tak Selalu Berawal dari Konflik Besar, Stereotip Bisa Jadi Pemicu
- 12 Agt 2026 20:24 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Kebencian terhadap individu maupun kelompok lain tidak selalu berawal dari konflik besar. Dosen Fakultas Psikologi UMP, Uswatun Hasanah, S.Psi., M.A., dalam Dialog Curhatnya Pro 2, Selasa (11/8/26), menjelaskan bahwa perasaan tersebut dapat tumbuh dari hal sederhana, seperti stereotip dan prasangka terhadap orang yang dianggap berbeda.
Ia juga menilai manusia secara alami cenderung melakukan kategorisasi terhadap orang lain berdasarkan identitas kelompok untuk menciptakan rasa aman dan rasa memiliki. Menurutnya, identitas kelompok sebenarnya bukan sesuatu yang buruk.
Manusia dapat merasa menjadi bagian dari keluarga, komunitas, agama, suku, profesi, hingga kelompok berdasarkan pilihan tertentu. Persoalan muncul ketika identitas kelompok dibangun dengan merendahkan kelompok lain.
"Masalah yang muncul ketika identitas kita tadi itu dibangun dengan cara merendahkan kelompok lain yang berbeda dengan kita," ujar Uswatun.
Dalam psikologi sosial terdapat fenomena in group dan out group. In group merujuk pada kelompok yang dianggap sebagai bagian dari diri sendiri, sementara out group merupakan kelompok yang dipandang berada di luar kelompoknya.
Kondisi tersebut membuat seseorang cenderung memberikan penilaian lebih positif terhadap kelompok sendiri dan penilaian negatif terhadap kelompok lain. Proses tersebut dapat berkembang menjadi stereotip, yakni pemberian cap atau gambaran umum terhadap suatu kelompok.
Stereotip kemudian dapat berubah menjadi prasangka ketika penilaian terhadap kelompok lain semakin negatif. Prasangka yang terus berkembang bahkan dapat berujung pada diskriminasi.
Uswatun menekankan, seseorang perlu melihat individu lain sebagai manusia yang memiliki karakter dan pengalaman masing-masing, bukan sekadar sebagai bagian dari kelompok tertentu. Dengan demikian, upaya mencegah kebencian dapat dimulai dari kesadaran untuk tidak terburu-buru memberikan penilaian terhadap seseorang hanya berdasarkan identitas kelompoknya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....