Belajar Memaafkan tanpa Mengungkit Kesalahan Masa Lalu
- 03 Agt 2026 15:42 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto – Pernah tidak, kita berkata sudah memaafkan seseorang, tetapi setiap mengingat kesalahannya hati masih terasa sesak? Rasanya sudah memaafkan, tetapi bekas lukanya masih tersimpan. Padahal, memaafkan bukan hanya soal mengucapkan kata maaf, melainkan juga tentang mengikhlaskan dan melepaskan rasa benci dari dalam hati.
Hal itu menjadi pembahasan K.H. Mintaraga Eman,Lc.,MA dalam program Mutiara Pagi RRI Pro 1 Purwokerto edisi Senin (3/8/2026) masih membahas tema “Srawung Kanthi Mulyaning Akhlak bagian kesembilan”. Menurutnya, memaafkan adalah akhlak yang harus dilakukan dengan tulus. Bukan sekadar melupakan kesalahan orang lain, tetapi benar-benar membuka hati tanpa menyisakan dendam. Sikap itu pun tidak hanya ditujukan kepada sesama muslim, melainkan kepada siapa saja tanpa memandang suku, agama, maupun latar belakang.
Ia kemudian mengajak pendengar kembali pada pesan Qur'an Surat Al-A'raf ayat 199 yang mengajarkan tiga hal dalam bergaul: menjadi pribadi yang pemaaf, mengajak kepada kebaikan, dan tidak larut menghadapi orang-orang yang berbuat kebodohan. Menurutnya, tiga sikap tersebut menjadi bekal agar hubungan antarsesama tetap hangat dan penuh akhlak.
Pesan serupa juga terdapat dalam Qur'an Surat An-Nur ayat 22 yang mengajarkan pentingnya memaafkan dan berlapang dada. Sebab, setiap manusia juga berharap mendapatkan ampunan dari Allah SWT.
"Kebanyakan orang memaafkan sama seperti orang yang menulis di atas kertas yang tidak akan hilang bekasnya," tuturnya.
Menurutnya, jika rasa sakit masih terasa, cobalah mengingat kembali kebaikan-kebaikan yang pernah dilakukan orang tersebut. Dari situlah hati perlahan belajar melepaskan dendam. Ia juga mengingatkan agar tidak gemar mencari-cari kesalahan orang lain.
Melalui kajian tersebut, pendengar diajak memahami bahwa memaafkan bukan tanda kelemahan, melainkan cerminan kelapangan hati. Ketika seseorang mampu memaafkan dengan tulus, ia tidak hanya menjaga hubungan dengan sesama, tetapi juga sedang berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT. (Fauziyah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....