Keluarga: Obat Paling Manjur dalam Rehabilitasi Narkoba

  • 31 Jul 2026 10:49 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto – Keluarga memiliki peran yang sangat krusial dalam mendukung proses pemulihan penyalahgunaan narkoba. Lingkungan rumah yang hangat, penuh dengan penerimaan, serta komunikasi yang baik dapat menjadi tempat aman bagi seseorang untuk bangkit dari ketergantungan narkoba.

Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Rehabilitasi BNN Kabupaten Cilacap, Azis Wahyono, M.Sos., ICAP-I, dalam dialog interaktif SPADA Pro 2 RRI Purwokerto edisi Kamis (30/7/2026) membahas topik "Saat Rumah Menjadi Tempat Pulang untuk Mereka yang Ingin Pulih".

Menurutnya, terdapat berbagai macam fase emosional keluarga dalam mengetahui salah satu anggota keluarganya terjerat kasus penyalahgunaan narkoba. Reaksi tersebut bisa berupa rasa marah, sedih, kecewa, hingga bingung dalam memutuskan langkah apa yang harus mereka ambil.

Beliau juga menjelaskan bahwa rasa malu yang muncul ditengah keluarga merupakan hal yang wajar. Namun, perasaan tersebut tidak boleh membuat keluarga terus menyalahkan diri sendiri maupun anggota keluarga yang sedang menjalani proses pemulihan.

"Keluarga harus bisa menerima kondisi yang terjadi, berdamai dengan diri sendiri, kemudian bersama-sama mencari solusi. Jangan terus berada dalam fase saling menyalahkan," ujar Azis.

Disebutkan bahwa keberhasilan proses rehabilitasi tidak hanya tergantung pada individu yang menjalani pemulihan, peran keluarga juga sangat dibutuhkan didalamnya. Kehadiran keluarga, serta penguatan menjadi tempat pertama bagi seseorang untuk kembali membangun rasa percaya diri. "Dukungan keluarga menjadi pijakan pertama ketika seseorang ingin bangkit kembali setelah terpuruk akibat penyalahgunaan narkoba," lanjutnya.

Selain itu, keluarga juga perlu memberikan ruang kepada anggota keluarga yang sedang menjalani masa rehabilitasi untuk bertanggung jawab. Meskipun, pengawasan tetap diperlukan dengan aturan yang jelas, seperti penggunaan uang, komunikasi, pergaulan, hingga waktu pulang ke rumah. Batasan yang disepakati bersama akan membantu membangun rasa saling percaya tanpa membuat individu yang sedang pulih merasa terus dicurigai.

Komunikasi yang sehat juga perlu dibangun dalam sebuah keluarga, orang tua diharapkan dapat mengurangi kebiasaan mengungkit kesalahan masa lalu dan mulai memberikan apresiasi terhadap perubahan positif sekecil apa pun. Karena, konflik keluarga dan komunikasi yang buruk dapat menjadi salah satu faktor yang menghambat proses pemulihan. Sehingga, edukasi kepada keluarga melalui konseling maupun family psychoeducation menjadi bagian penting dalam rehabilitas, ungkapnya.

Pada akhir sesi Azis menegaskan bahwa proses pemulihan merupakan tanggung jawab bersama. Baik keluarga maupun penyalahguna narkoba tidak perlu merasa berjuang sendirian karena pendampingan rehabilitasi tersedia melalui BNN. (Safira)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....