Ustaz Hendro Kuncoro Ingatkan Orientasi Hidup Muslim Harus Seimbang antara Dunia

  • 29 Jul 2026 07:54 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto- Seorang Muslim dituntut memiliki orientasi hidup yang seimbang dengan memperhatikan keberhasilan di dunia tanpa mengabaikan persiapan menuju kehidupan akhirat. Pesan tersebut menjadi pokok pembahasan dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Purwokerto bertema "Kunci Sukses Dunia Akhirat Bagian 3" yang menghadirkan Ustaz Hendro Kuncoro, S.Pt., sebagai narasumber, Sabtu (25/7/2026).

Dalam siaran yang dipandu Desi Natalia tersebut, Ustaz Hendro mengatakan bahwa Islam tidak melarang umatnya mengejar kesuksesan dunia. Namun, seluruh aktivitas, pekerjaan, dan usaha yang dilakukan harus dilandasi niat ibadah serta tetap berada dalam koridor syariat Islam.

Menurutnya, banyak orang bekerja keras untuk mencapai berbagai target kehidupan, tetapi melupakan tujuan utama penciptaan manusia, yakni beribadah kepada Allah SWT. Akibatnya, keberhasilan yang diperoleh sering kali tidak menghadirkan ketenangan maupun keberkahan dalam kehidupan.

"Jangan sampai kita berhasil menurut penilaian manusia, tetapi justru gagal di hadapan Allah SWT karena melupakan kewajiban dan nilai-nilai keimanan," kata Ustaz Hendro.

Ia menjelaskan bahwa keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat dapat diwujudkan melalui pelaksanaan ibadah yang konsisten, menjaga kejujuran dalam bekerja, memperkuat akhlak, serta memanfaatkan setiap amanah untuk memberikan manfaat kepada orang lain.

Menurut Ustaz Hendro, seseorang yang menjadikan Allah sebagai tujuan utama hidupnya akan memiliki motivasi yang lebih kuat dalam bekerja dan berkarya. Setiap pekerjaan dipandang sebagai bentuk pengabdian sehingga tidak hanya menghasilkan manfaat ekonomi, tetapi juga bernilai ibadah.

"Kalau orientasi kita adalah mencari ridha Allah, maka bekerja menjadi ibadah, belajar menjadi ibadah, bahkan membantu sesama juga menjadi ibadah. Di situlah letak keberhasilan yang sesungguhnya," ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar umat Islam senantiasa mengevaluasi diri, memperbaiki kualitas ibadah, serta tidak mudah terlena oleh pencapaian duniawi yang bersifat sementara. Menurutnya, kehidupan dunia hanyalah tempat menanam amal, sedangkan hasil akhirnya akan dipetik di akhirat.

Melalui kajian tersebut, pendengar diajak memahami bahwa kesuksesan yang paling bernilai bukan hanya diukur dari pencapaian materi, melainkan dari kemampuan menjaga keimanan, memperbanyak amal saleh, serta memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan demikian, keberhasilan dunia menjadi jalan untuk memperoleh kebahagiaan yang kekal di akhirat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....