Formasi Estafet Tunas Kelapa Sarat Makna Kepramukaan
- 08 Sep 2026 13:24 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, PURWOKERTO : Estafet Tunas Kelapa dalam rangkaian Peringatan Hari Pramuka tingkat Jawa Tengah tidak hanya memiliki makna perjalanan secara estafet. Jumlah personel dalam setiap formasi juga memiliki filosofi yang berkaitan dengan sejarah, nilai dan identitas Gerakan Pramuka.
Ketua Dewan Kerja Cabang Banyumas, Kuat Prayuga, menjelaskan formasi Estafet Tunas Kelapa telah memiliki ketentuan tersendiri. Setiap kelompok pasukan membawa tugas dan simbol yang berbeda dalam perjalanan estafet tersebut.
“Dalam Estafet Tunas Kelapa sudah ada ketentuannya mengenai formasi barisan,” kata Kuat Prayuga pada saat dialog sore ceria di PRO 2 FM Purwokerto Senin (07/09/2026).
Ia menjelaskan, pasukan pertama terdiri dari 17 orang, pasukan kedua sembilan orang dan pasukan ketiga tiga orang. Selanjutnya terdapat pasukan keempat sebanyak 14 orang, pasukan kelima delapan orang, serta 10 orang pengiring yang terdiri dari unsur marching band, anggota TNI dan pengisi barisan.
Panitia Estafet Tunas Kelapa, Rumaisa S.Si., mengatakan setiap angka dalam formasi tersebut memiliki filosofi masing-masing. Angka 17 melambangkan tanggal Kemerdekaan Republik Indonesia, sedangkan angka sembilan berkaitan dengan peristiwa 9 Maret 1961 sebagai Hari Tunas bersatunya organisasi kepanduan di Indonesia.
Rumaisa menambahkan, angka tiga melambangkan Trisatya, angka 14 melambangkan Hari Pramuka, dan angka delapan menunjukkan bulan Agustus. Sementara angka 10 melambangkan Dasa Darma Pramuka, sehingga seluruh formasi tidak hanya memiliki fungsi dalam perjalanan tetapi juga menyimpan pesan nilai kepramukaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....