Enam Tahapan menuju Kehidupan yang Lebih Bermakna

  • 23 Jul 2026 11:50 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto – Mencari makna hidup menjadi perjalanan yang terus dilalui setiap manusia. Di tengah kesibukan mengejar pekerjaan, pendidikan, maupun pencapaian materi, tidak sedikit orang yang mempertanyakan kembali arah hidup yang sebenarnya. Dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Purwokerto, Ustaz Drs. KH. Achmad Kifni mengajak masyarakat memahami enam tingkatan tujuan penghidupan sebagai pedoman menjalani kehidupan yang lebih seimbang antara urusan dunia dan akhirat.

Menurut Ustaz Kifni, setiap manusia perlu memiliki arah yang jelas dalam menjalani kehidupan. Ia menjelaskan bahwa tujuan penghidupan tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan pribadi, tetapi berkembang hingga memberi manfaat bagi masyarakat dan alam semesta.

"Yang kita cari dalam hidup itu apa dan ke mana kita akan pergi. Enam tingkatan ini menjadi arah penghidupan manusia," ujarnya.

Tujuan penghidupan dimulai dari pribadi yang tekun beribadah kepada Allah. Setelah membangun kualitas diri, tingkatan berikutnya adalah membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.

Tahapan tersebut kemudian berkembang ke lingkup yang lebih luas, yakni menciptakan lingkungan yang barokah dan negara yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Menurutnya, kehidupan yang baik tidak cukup hanya dirasakan secara pribadi, tetapi juga harus diwujudkan melalui lingkungan yang dipenuhi keimanan, keadilan, serta kepedulian antarsesama.

"Negeri yang baik adalah negeri yang sistemnya baik, pejabatnya baik, rakyatnya baik, ekonominya baik, dan hukum ditegakkan dengan adil," ujarnya.

Lebih lanjut, Ustaz Kifni menjelaskan bahwa tujuan penghidupan tidak berhenti pada kehidupan berbangsa. Tingkatan berikutnya adalah mewujudkan dunia yang penuh kebaikan (hasanah) hingga menghadirkan rahmat bagi seluruh alam. Menurutnya, setiap manusia memiliki peran sebagai hamba Allah, sebagai makhluk sosial, sekaligus sebagai pengelola alam. Karena itu, setiap tindakan hendaknya membawa manfaat, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

Menutup kajian, Ustaz Kifni mengajak masyarakat untuk terus berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing dalam menciptakan kehidupan yang lebih baik. Ia menekankan bahwa perubahan dapat dimulai dari hal sederhana, seperti saling mengingatkan dalam kebaikan, menjaga persatuan, hingga mendoakan para pemimpin agar mampu menjalankan amanah dengan baik.

"Berperanlah sesuai dengan kedudukan, kemampuan, dan kekuatan yang kita miliki. Jangan sampai kita bersikap apatis, sekecil apa pun kebaikan tetap memiliki arti," pungkasnya. (Kartika)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....