Pesan Akhlak untuk Menjauhi Sikap Kesombongan dalam Kehidupan

  • 22 Jul 2026 17:34 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto – Akhlak terpuji menjadi salah satu nilai yang penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah kehidupan yang semakin beragam, setiap insan dituntut untuk senantiasa menjaga sikap dan perilakunya dalam berinteraksi dengan sesama. Salah satu bentuk akhlak mulia yang perlu ditanamkan adalah sikap rendah hati dan tidak menyombongkan diri.

Sikap rendah hati tidak hanya tercermin dalam perkataan, tetapi juga dalam perbuatan. Dengan bersikap rendah hati, seseorang akan lebih mudah menghargai orang lain, menjaga hubungan yang baik, serta terhindar dari sifat merasa lebih unggul dibandingkan sesamanya. Sebaliknya, kesombongan dapat menjadi penyebab rusaknya hubungan antarmanusia dan menjauhkan seseorang dari nilai-nilai kebaikan.

Pentingnya menjaga akhlak mulia ini turut disampaikan oleh K.H. Mintaraga Eman Surya, Lc., M.A. dalam siaran Mutiara Pagi Pro 1 RRI Purwokerto masih membahas tema “Srawung Kanthi Mulyaning Akhlak”. Dalam kajiannya, beliau menyampaikan bahwa setiap insan hendaknya bersikap ramah, rendah hati, dan tidak sombong dalam bertindak maupun bertutur kata kepada sesama manusia.

Hal tersebut sejalan dengan firman Allah Swt. dalam Q.S. Luqman ayat 18:

“Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.”

Selain itu, beliau juga mengingatkan agar tidak mendiamkan seseorang lebih dari tiga hari karena dilandasi rasa marah atau emosi. Pesan tersebut sesuai dengan hadis Nabi Muhammad Saw. yang diriwayatkan oleh Abu Ayyub Al-Anshari:

“Tidak halal bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya melebihi tiga malam. (Jika bertemu) yang ini berpaling dan yang ini juga berpaling. Dan sebaik-baik dari keduanya adalah yang memulai mengucapkan salam.” (H.R. al-Bukhari No. 5614).

K.H. Mintaraga Eman juga mengingatkan bahwa dosa pertama di alam semesta adalah kesombongan yang dilakukan oleh iblis. Oleh karena itu, manusia hendaknya menjauhkan diri dari sifat tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan sombong, jangan mencela, jangan merasa paling ayu, ganteng, atau pintar sendiri. Di atas langit masih ada langit,” ungkapnya.

Melalui sikap rendah hati dan saling menghormati, akhlak mulia dapat terus tumbuh dalam kehidupan bermasyarakat. Sebab, kemuliaan seseorang tidak diukur dari apa yang dimilikinya, melainkan dari bagaimana ia mampu menjaga akhlaknya di hadapan Allah Swt. dan sesama manusia. (Fauziyah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....