Mahasiswa Didorong Berani Dukung Korban Kekerasan di Kampus

  • 13 Jul 2026 08:04 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto: Mahasiswa didorong untuk berperan aktif dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman melalui kepedulian terhadap korban dan keberanian melaporkan setiap bentuk kekerasan. Upaya pencegahan dinilai tidak hanya menjadi tanggung jawab perguruan tinggi, tetapi juga seluruh sivitas akademika.

Duta Anti-Kekerasan Universitas Jenderal Soedirman, Yara Cornelia, mengatakan langkah pertama yang dapat dilakukan ketika mengetahui adanya kekerasan adalah memastikan kondisi korban tetap aman. Menurutnya, korban membutuhkan dukungan dan pendampingan tanpa adanya sikap menghakimi.

"Terkadang seseorang tidak membutuhkan orang lain untuk langsung menyelesaikan semua masalahnya, tetapi mereka hanya perlu tahu bahwa dirinya tidak sendirian," ujar Yara dalam dialog di Program English Corner Pro 2 RRI Purwokerto.

Yara menjelaskan, mahasiswa yang mengalami maupun menyaksikan tindak kekerasan dapat memanfaatkan mekanisme pelaporan yang telah disediakan kampus. Ia menyebut Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) serta Duta Anti-Kekerasan di setiap fakultas siap memberikan pendampingan awal dan mengarahkan korban pada proses penanganan yang tepat.

Sementara itu, Duta Anti-Kekerasan FISIP Unsoed, Katherine, menilai praktik menyalahkan korban atau victim blaming masih menjadi tantangan dalam penanganan kasus kekerasan. "Kita harus mendengarkan terlebih dahulu, menunjukkan empati, dan tidak menghakimi korban, karena siapa pun bisa mengalami kekerasan," katanya.

Katherine menambahkan, kampus yang aman hanya dapat terwujud apabila seluruh warga kampus membangun budaya saling menghormati dan peduli terhadap sesama. Ia mengajak mahasiswa untuk berani mendukung korban, menghargai batasan setiap individu, serta tidak menormalisasi segala bentuk kekerasan dalam kehidupan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....