Dosen UIN SAIZU: Menjaga Hati Jadi Kunci Membentuk Akhlak Mulia di Era Serba Cepat
- 13 Jul 2026 07:58 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto – Menjaga hati menjadi kunci utama membentuk akhlak mulia di tengah kehidupan yang serba cepat. Hati yang bersih diyakini akan melahirkan perilaku baik, sedangkan hati yang dipenuhi penyakit hati berpotensi mendorong seseorang melakukan perbuatan buruk.
Dosen Akidah dan Filsafat UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (SAIZU) Purwokerto, Kurnia Sari Wiwaha, mengatakan dalam Islam hati atau qalbun merupakan pusat moralitas, keimanan, dan niat seseorang. Karena itu, menjaga kebersihan hati menjadi bagian penting dalam membangun karakter.
"Hati adalah pusat dari moralitas manusia. Ketika hati itu bersih, otomatis perbuatan yang kita lakukan juga akan melahirkan perbuatan-perbuatan yang bersih," kata Kurnia dalam program Tasbih (Tetap Asah dan Bimbing Hati) Pro 2 RRI Purwokerto.
Ia menjelaskan, setiap manusia memiliki pergulatan antara hati, hawa nafsu, syahwat, dan jiwa. Saat jiwa berada dalam kondisi yang baik, seseorang akan lebih mudah mengikuti suara hati dibandingkan dorongan hawa nafsu.
Menurut Kurnia, menjaga hati juga berkaitan dengan pola hidup, termasuk memastikan makanan yang dikonsumsi halal dan thayyib. Asupan yang baik dinilai tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga memengaruhi kondisi spiritual seseorang.
"Apa yang kita masukkan ke dalam tubuh bukan hanya memengaruhi kesehatan fisik, tetapi juga memengaruhi jiwa dan spiritual kita. Karena itu Islam mengajarkan bukan hanya makanan yang halal, tetapi juga yang thayyib," ujarnya.
Ia menambahkan, kebersihan hati dapat menjadi fondasi lahirnya akhlakul karimah. Orang yang memiliki akhlak mulia tidak hanya membawa kebaikan bagi dirinya sendiri, tetapi juga mampu memberikan pengaruh positif kepada lingkungan sekitar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....