Era Digital, Iman Tetap Kuat: Peran Pramuka Jaga Identitas Muslim
- 10 Jul 2026 09:52 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, Gerakan Pramuka tetap menjadi ruang strategis dalam membentuk generasi muda yang berkarakter dan berlandaskan nilai-nilai keislaman. Salah satu contohnya terlihat di MTs Ma’arif NU 1 Sokaraja yang tergabung dalam SAKO (Satuan Komunitas Ma’arif) di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU).
Dalam segmen Sore Ceria Pro 2 RRI Purwokerto, hadir Bambang Wisnu W, S.Pd.I - Pembina Putra Pramuka, MTs Ma’arif NU 1 Sokaraja, Selvina Febriliyan - Pratama Putri dan Raditya Ghani -Pratama Putra. Kegiatan Pramuka di MTs Ma’arif NU 1 Sokaraja menggabungkan metode pembinaan yang menyenangkan bagi remaja tanpa meninggalkan nilai-nilai religi. Kegiatan kepramukaan dirancang tidak hanya untuk melatih keterampilan, tetapi juga membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, serta akhlak islami dalam kehidupan sehari-hari.
“Motivasi saya mengikuti kegiatan Pramuka karena banyak manfaat. Selain menambah pengalaman dan memperluas pertemanan, keikutsertaan dalam Pramuka juga mendorong peningkatan prestasi baik di dalam maupun di luar sekolah. Pramuka menjadi wadah pengembangan diri yang mendukung keseimbangan antara akademik dan nonakademik,” ungkap Selvi dan Ghani.
Pramuka juga dikenal sebagai organisasi yang serba bisa dan multi talenta. Meski demikian, terdapat perbedaan karakter generasi dahulu dan sekarang, baik dari segi zaman, sumber daya manusia, maupun ketahanan mental. Kehadiran teknologi turut memengaruhi pola pembinaan kepramukaan. Namun, kemajuan teknologi justru dimanfaatkan untuk mempermudah pelaksanaan kegiatan Pramuka agar lebih efektif dan relevan dengan generasi saat ini.
Motivasi Selvina Febriliyan dan Raditya Ghani semakin kuat dengan adanya tingkatan tertinggi dalam setiap golongan Pramuka, yakni Pramuka Garuda. Capaian tersebut menjadi penyemangat untuk terus berproses dan berkontribusi aktif dalam organisasi.
"Berbagai kegiatan rutin turut dijalankan dalam Pramuka MTs Ma’arif NU 1 Sokaraja, seperti uji SKU, penerimaan tamu ambalan, perkemahan sabtu minggu (Persami), dan Dianpinru (Gladian Pemimpin Regu),” ungkap kak Wisnu.
Anggapan sebagian masyarakat yang menilai sekolah MTs kurang efektif karena padatnya kegiatan, seperti belajar, mengaji, hingga sistem boarding school, tidak menjadi hambatan bagi Selvina dan Raditya. Mereka justru membuktikan bahwa keaktifan dalam organisasi menjadi dorongan untuk terus berprestasi dan mengelola waktu dengan baik.
Pembina Pramuka putra MTs Ma’arif NU 1 Sokaraja, Bambang Wisnu W, S.Pd.I, menjelaskan bahwa guru di sekolah berperan sebagai orang tua sekaligus sahabat bagi murid. Dalam mengatasi rasa malas siswa mengikuti Pramuka, pembina melibatkan murid dalam perencanaan kegiatan agar mereka merasa memiliki dan terlibat langsung.
Menurutnya, pembina berperan sebagai fasilitator yang mendampingi proses tumbuh kembang murid.
Melalui perpaduan nilai kepramukaan, ajaran Islam, dan pemanfaatan teknologi, Pramuka di MTs Ma’arif NU 1 Sokaraja diharapkan mampu mencetak generasi muda yang berkarakter, islami, dan siap menghadapi tantangan era digital tanpa kehilangan jati diri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....