Salah Pilih Circle Bisa Pengaruhi Masa Depan Remaja

  • 08 Jul 2026 13:51 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Lingkungan pertemanan berperan besar dalam membentuk karakter, kebiasaan, hingga masa depan remaja. Karena itu, memilih circle yang positif menjadi langkah penting untuk mencegah berbagai perilaku berisiko.

Hal tersebut disampaikan oleh Penyuluh Sosial Masyarakat (PSM) BNNK Cilacap, Laeli F., S.Psi., M.K.M., dalam program SPADA Pro 2 RRI Purwokerto bertajuk "Salah Pilih Circle, Bisa Berubah Selamanya". Ia menjelaskan bahwa berbagai penelitian menunjukkan seseorang cenderung belajar dari lingkungan tempatnya berinteraksi sehari-hari.

Menurutnya, seseorang yang terus berada di lingkungan yang tidak sehat, seperti lingkungan dengan perilaku kekerasan maupun penyalahgunaan narkoba, berpotensi meniru kebiasaan tersebut hingga menjadi bagian dari kehidupannya. Sebaliknya, lingkungan pertemanan yang baik juga menghargai nilai dan keputusan anggotanya serta mendukung pengembangan diri.

Laeli mengatakan salah satu ciri circle yang sehat adalah mampu saling mengingatkan ketika ada teman yang berbuat salah, bukan justru membiarkannya. Selain itu, menghargai nilai dan keputusan yang dipegang anggotanya serta mendukung cita-cita dan pengembangan diri.

"Salah satu ciri circle positif adalah bisa mendukung cita-cita dan impian kita. Jangan sampai kita menghabiskan energi dan uang, tetapi tidak mendapatkan nilai atau manfaat apa pun," tuturnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat, khususnya remaja, agar mewaspadai tanda-tanda lingkungan pertemanan yang mulai mengarah pada perilaku negatif. Misalnya, kebiasaan berbohong kepada orang tua, menormalisasi pelanggaran aturan, hingga adanya tekanan dari teman sebaya untuk mengikuti perilaku yang bertentangan dengan nilai pribadi.

Menurutnya, kemampuan menolak ajakan negatif secara tegas atau komunikasi asertif menjadi salah satu bentuk ketahanan diri. Laeli mengibaratkan remaja sebagai kapal, sedangkan lingkungan pertemanan merupakan angin dan ombak yang memengaruhi arah pelayaran. Karena itu, setiap individu perlu memperkuat ketahanan diri agar tetap berada di jalur yang benar meski menghadapi berbagai pengaruh dari lingkungan.

Ia menambahkan, ketika mulai terpengaruh lingkungan negatif atau bahkan telah terjerumus, remaja tidak perlu menghadapinya sendirian. Langkah terbaik adalah mencari bantuan kepada orang tua, guru, tenaga profesional, maupun BNN agar memperoleh pendampingan yang tepat.

"Kita harus berani mengatakan tidak. Kalau memang tidak sejalan dengan nilai yang kita pegang, ya sudah, skip. Justru di situ kita bisa tahu siapa teman yang benar-benar menghargai kita," ujarnya

Selain lingkungan pertemanan secara langsung, Laeli menilai media sosial juga menjadi bagian dari circle yang memengaruhi perilaku seseorang. Karena itu, masyarakat perlu lebih bijak mengelola konten yang dikonsumsi agar algoritma media sosial dipenuhi informasi yang mendukung perkembangan diri.

Di akhir siaran, Laeli mengajak remaja membangun lingkungan pertemanan yang saling mendukung, produktif, dan bebas narkoba. Menurutnya, perubahan positif dapat dimulai dari menjadi teman yang baik bagi diri sendiri maupun orang lain. (Kartika)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....