Ubah Pola Pikir Mahasiswa, Prof. Dharma: Skripsi Harus Berujung Publikasi

  • 03 Jul 2026 15:37 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID,Purwokerto – Proposal tugas akhir sejatinya merupakan cikal bakal lahirnya artikel ilmiah yang siap dipublikasikan di jurnal. Karena itu, mahasiswa perlu mengubah cara pandang bahwa penelitian yang dilakukan tidak berhenti pada penyelesaian skripsi atau tesis, tetapi berlanjut menjadi publikasi ilmiah.

Hal tersebut disampaikan Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Wahyudin Dharmalaksana, saat menjadi narasumber dalam Seminar Lokakarya bertajuk Riset Pintar, Publikasi Benar: Memaksimalkan Teknologi untuk Menembus Jurnal Dunia di Hall Perpustakaan UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Jumat (3/7).

Dalam paparannya, Prof. Dharma mengawali sesi dengan kuis interaktif kepada para peserta. Ia meminta mahasiswa menjelaskan perbedaan antara tugas akhir dan artikel jurnal. Beragam jawaban disampaikan peserta hingga akhirnya ia menegaskan perbedaan mendasar keduanya.

"Tugas akhir adalah penelitian yang tujuan akhirnya untuk memperoleh gelar pendidikan mahasiswa, sedangkan artikel jurnal merupakan naskah hasil studi yang disiapkan untuk dipublikasikan pada jurnal tertentu," ungkap Prof. Dharma.

Menurutnya, proposal tugas akhir sesungguhnya merupakan bagian pendahuluan dari artikel jurnal. Dengan pola pikir tersebut, mahasiswa akan lebih mudah menyusun penelitian yang sejak awal telah diarahkan untuk dipublikasikan.

Suasana seminar berlangsung komunikatif dan interaktif. Prof. Dharma juga mengajak peserta yang telah melakukan submit artikel untuk berbagi pengalaman. Dalam forum tersebut diketahui ada beberapa mahasiswa yang telah mengirimkan naskahnya diminta menjadi tutor sebaya bagi peserta lainnya.

"Tutor sebaya akan lebih efektif dalam mendampingi teman-temannya menghasilkan artikel jurnal karena mereka mengalami langsung prosesnya," ujarnya.

Ia juga memberikan motivasi kepada mahasiswa yang masih menghadapi berbagai kendala, termasuk penolakan dari pengelola jurnal. Dengan gaya penyampaian yang santai dan diselingi humor, Prof. Wahyudin mengingatkan agar mahasiswa tidak takut menghadapi kegagalan.

"Kita harus akrab dengan penolakan. Penolakan bukan akhir dari proses, tetapi bagian dari perjalanan menuju publikasi," katanya disambut antusias peserta.

Pada kesempatan itu, Prof. Dharma juga menekankan pentingnya mengubah fokus penelitian. Menurutnya, mahasiswa tidak lagi terpaku pada pencarian judul, melainkan harus lebih memikirkan dampak atau kontribusi penelitian yang akan dihasilkan.

Ia menjelaskan bahwa penyusunan artikel ilmiah harus mengikuti struktur IMRAD, yakni Introduction, Method, Result, dan Discussion, agar sesuai dengan standar penulisan jurnal ilmiah.

Sementara itu, moderator seminar, Umar Ibnu Malik, menegaskan bahwa tujuan utama penyelenggaraan lokakarya bukan sekadar memberikan pemahaman teori, melainkan mendorong mahasiswa hingga benar-benar mengirimkan dan berhasil mempublikasikan artikel ilmiah mereka.

"Goal dari kegiatan ini adalah mahasiswa tidak berhenti pada penulisan, tetapi mampu submit hingga publish artikel di jurnal ilmiah," tegas Umar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....