Banyak Penyalahguna Baru Mencari Bantuan saat Kondisi Sudah Terpuruk
- 15 Jun 2026 20:13 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto – Penyalahguna narkotika kerap baru mencari bantuan ketika kondisinya sudah berada di titik terpuruk. Kondisi tersebut ditandai dengan mulai terganggunya kesehatan, renggangnya hubungan dengan keluarga, hingga hilangnya kondisi ekonomi yang dimiliki.
Adiksi Konselor BNNK Tegal, Riza Fauzal, S.K.M., M.H., mengatakan salah satu alasan seseorang akhirnya mengakses layanan rehabilitasi adalah karena sudah mulai merasakan dampak negatif dari penyalahgunaan narkotika. Hal tersebut disampaikannya dalam program SPADA Pro 2 RRI Purwokerto.
“Alasannya itu di antaranya adalah ketika dia sudah mulai merasakan dampak negatif dari penyalahgunaan narkotika. Dia sudah mulai banyak kehilangan. Yang pertama adalah mungkin kehilangan kesehatannya, dia sudah mulai badannya kok enggak seperti dulu. Terus kemungkinan salah satu yang lain adalah dia sudah mulai kehilangan keluarganya, keluarganya sudah mulai cuek, sudah mulai ya sudah terserah lu mau ngapain. Selanjutnya dia sudah mulai kehilangan hartanya juga bisa,” kata Riza.
Menurutnya, sebagian besar klien yang datang untuk menjalani rehabilitasi merupakan mereka yang sudah berada dalam kondisi yang sangat berat, baik secara fisik, materi, maupun hubungan dengan keluarga.
“Tapi biasanya yang datang ke sini memang dia yang sudah habis-habisan, Kak. Sudah habis-habisan secara fisik, secara materi, secara keluarga baru dia mulai mengakses pelayanan rehabilitasi. Kebanyakan seperti itu,” ujarnya.
Riza mengungkapkan, masih sedikit masyarakat yang datang untuk mencari bantuan ketika baru mencoba menggunakan narkotika. Menurutnya, kebanyakan orang yang masih berada pada tahap awal penggunaan cenderung belum memiliki kesadaran untuk menjalani rehabilitasi
“Kalau yang misal baru coba-coba ternyata dia datang ke klinik kami, hampir jarang tapi ada,” ucapnya.
Ia menambahkan, BNNK Tegal juga melakukan upaya jemput bola melalui kegiatan screening dan intervensi lapangan untuk menemukan masyarakat yang masih berada pada tahap awal penggunaan agar tidak semakin terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.
“Kita sering melaksanakan screening mencari klien - klien di luar sana dan cukup banyak ditermui juga. Dan akhirnya dia mau mengakui dan mau mengakses layanan rehabilitasi supaya dia tidak terjerumus yang lebih dalam,” ungkapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....